Mengenal Jenis-Jenis Pendanaan Startup dan Tahapannya

Ekosistem pendanaan startup di Indonesia kini memasuki era yang lebih selektif. Bukan lagi mengejar pertumbuhan agresif, para investor lebih berfokus pada profitabilitas.
Situasi ini memaksa startup mencari sumber dana yang lebih sehat, memprioritaskan cash flow, serta mengurangi ketergantungan pada modal ekuitas berisiko tinggi.
Dengan kata lain, founder dituntut untuk mengubah strategi pembiayaan berbasis valuasi tinggi menjadi yang lebih disiplin, mandiri, serta berkelanjutan.
Oleh karena itu, mempelajari berbagai sumber pendanaan startup bagi founder startup sangat penting. Mari bahas lebih lanjut terkait hal tersebut di artikel ini.
Jenis-Jenis Pendanaan Startup
Pendanaan startup adalah upaya yang dilaksanakan oleh perusahaan rintisan dengan tujuan untuk mendapatkan dana atau modal.
Dana yang diperoleh tersebut kemudian digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional usaha, di antaranya:
- Menggaji karyawan.
- Mengatur arus kas.
- Merawat aset tidak lancar.
- Menyewa tempat usaha.
- Dana darurat.
Secara umum, jenis-jenis pendanaan startup atau yang dikenal juga dengan sebutan funding startup ini berasal dari beberapa sumber, yaitu:
1. Crowdfunding
Crowdfunding merupakan sumber pendanaan startup yang didapatkan dengan cara menghimpun dana dalam jumlah kecil dari banyak orang.
Biasanya, praktik ini dilakukan melalui platform online. Terdapat beberapa kategori crowdfunding, antara lain:
- Reward-based Crowdfunding: Founder perusahaan rintisan menggunakan dana dari penyumbang (backers) untuk mendanai suatu proyek, seperti pengembangan produk. Backers nantinya diberi reward berupa produk itu sendiri atau namanya dicantumkan pada sarana promosi.
- Donation-based Crowdfunding: Penyumbang (donor) mendanai suatu proyek atas dasar kegiatan sosial, seperti sumbangan untuk orang tidak mampu atau perbaikan sarana prasarana.
- Equity Crowdfunding: Pada kategori ini, timbal balik yang didapatkan oleh penyumbang berupa saham perusahaan. Oleh karena itu, jumlah dana yang diberikan biasanya cukup banyak. Umumnya, pendanaan digunakan untuk pengembangan perusahaan itu sendiri.
- Debt Crowdfunding: Biasa dikenal sebagai P2P (peer-to-peer) Lending atau crowdlending. Kredit diberikan dengan tujuan mengembangkan usaha. Pengembaliannya akan disertai bunga sebagai keuntungan bagi kreditur.
2. Angel Investor
Angel investor adalah individu atau sekelompok orang yang mampu menyediakan dana dalam jumlah besar untuk mendukung bisnis startup dengan imbalan saham perusahaan.
Bukan hanya modal, angel investor juga membagikan pengalaman bisnis dan networking sehingga bisa memperoleh bimbingan langsung dari orang yang memahami dunia bisnis.
3. Incubator
Sumber pendanaan startup ini berupa program yang dirancang khusus untuk membantu pengembangan usaha kecil agar meraih kesuksesan.
Biasanya, lembaga atau perusahaan incubator akan memberikan program pembinaan dengan dukungan dari pihak luar incubator sebagai mitra.
Harapannya adalah usaha yang telah dibina bisa cepat berkembang, menjadi perusahaan menguntungkan, serta memberikan dampak positif bagi pemilik usaha maupun masyarakat.
Program incubator berlangsung selama 6 bulan atau lebih bergantung pada perkembangan usaha itu sendiri. Tersedia paket komplet yang bisa diikuti, mulai dari:
- Tempat kerja.
- Pelatihan.
- Jaringan usaha.
- Bantuan pembiayaan.
4. Venture Capital
Venture Capital terdiri atas kelompok investor kelas atas, bank investasi, serta lembaga keuangan berskala besar lainnya yang melakukan kegiatan manajerial, pendanaan, hingga pengawasan.
Salah satu dari jenis-jenis pendanaan startup ini dapat memberikan dana atau modal dalam jumlah yang besar. Meskipun demikian, VC terkenal sangat selektif dan hanya memilih perusahaan rintisan yang memiliki potensi jangka panjang serta dirasa mampu go public.
5. Bootstrapping
Bootstrapping mengacu strategi pengembangan startup tanpa pembiayaan dari pihak luar atau hanya mengandalkan pembiayaan internal (modal pribadi/keuntungan bisnis).
Sumber pendanaan startup ini cocok bagi yang mengutamakan efisiensi biaya, pertumbuhan organik, dan kendali penuh pemilik atau pendiri atas bisnis.
Hanya saja, pertumbuhan perusahaan berpotensi lebih lambat daripada bisnis lainnya karena modal yang dimiliki terbatas.
Baca juga: Cara Mendapatkan Pendanaan untuk Bisnis Modal Kecil
6. Pinjaman Bank
Sumber pembiayaan ini termasuk yang masih relevan hingga sekarang dan banyak dipilih karena memiliki proses jelas, yaitu dengan mengajukan proposal bisnis.
Apabila lembaga keuangan memberikan persetujuan, maka modal kredit dengan bunga tertentu bisa diterima oleh perusahaan selaku debitur.
Melalui pendanaan ini, pemilik bisnis memiliki kontrol penuh atas usaha yang dijalankan sebab tidak melepas saham. Hanya saja, risikonya relatif tinggi.
Terlebih, saat arus kas belum stabil. Jika tertarik memperoleh permodalan lewat kredit, maka bisa menjaminkan BPKB kendaraan untuk mengajukan Pinjaman Usaha di Pegadaian.
7. Corporate Venture Capital
Jenis pembiayaan ini memungkinkan startup memperoleh modal dalam jumlah besar sekaligus dukungan infrastruktur serta branding dari perusahaan induk.
Pihak yang berinvestasi ke startup melalui CV biasanya perusahaan-perusahaan berskala besar. Jadi, pastikan visi dan misi usaha selaras dengan investor.
Tahapan Pendanaan Startup
Pendanaan pada perusahaan rintisan dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Adapun tahapan pendanaan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Pre-Seed Funding
Pada tahap awal ini, perusahaan rintisan biasanya baru memiliki prototipe atau masih dalam tahap pengujian kelayakan ide usaha.
Alhasil, pembiayaan didapatkan sambil mengembangkan produk atau model perusahaan. Jenis pendanaan ini bisa berasal dari keluarga, kerabat, maupun kolega terdekat.
2. Seed Funding
Seed funding adalah perolehan modal untuk mengembangkan dan mengelola bisnis yang berasal dari crowdfunding serta micro venture capital atau modal ventura berbagai investor.
Timbal balik yang akan diberikan kepada investor, berupa keuntungan dari penjualan saham. Ini dilakukan ketika perusahaan terkait telah mencapai revenue yang cukup.
3. Pendanaan Seri A
Pendanaan seri A bisa diperoleh jika sudah mendapatkan revenue signifikan, mempunyai pengguna, dan produk dalam jumlah tertentu.
Fokus startup pada tahap ini adalah pada pertumbuhan penghasilan untuk menunjang pengembangan maupun inovasi produk. Besaran dana yang bisa didapatkan kisaran Rp22-Rp200 miliar.
4. Pendanaan Seri B
Jenis pendanaan ini diberikan kepada startup yang telah meningkat dari segi market share maupun scaling. Umumnya, jumlah dana dari pendanaan seri B ini bisa mencapai Rp400-Rp800 miliar.
Baca juga: Sleeping Investor: Kenali Pengertian dan Keuntungannya
5. Pendanaan Seri C
Pada tahap ini, startup termasuk telah mengalami perkembangan yang pesat dan berpotensi memperluas segmentasi pasar hingga ke luar negeri.
Investor pendanaan seri C, yaitu lembaga keuangan, venture capital tingkat lanjut, serta perusahaan swasta. Jadi, modal usaha yang diterima dari investor pun jauh lebih besar.
Bahkan, sumber pembiayaan ini memungkinkan perusahaan rintisan melakukan akuisisi pada startup lainnya sebagai upaya perluasan bisnis.
6. Pendanaan Seri D, E, F, dan G
Startup yang telah memperoleh pendanaan seri C sebenarnya dapat langsung melakukan IPO atau go public. Hanya saja, tidak semua startup memenuhi syarat untuk menuju IPO.
Startup harus memiliki upaya ekspansi, konsistensi, serta target pasar yang terus meluas. Nah, pendanaan seri D-F ini hadir sebagai bantuan untuk mewujudkan hal tersebut.
Pada tahap ini, suntikan dana atau modal yang bisa didapatkan oleh startup lebih besar dari sebelumnya, yaitu mencapai ratusan juta dolar.
7. Initial Public Offering
Initial Public Offering (IPO) merupakan tahap terakhir dalam pembiayaan startup. Di tahap ini, perusahaan berusaha memperoleh tambahan modal dari publik.
Caranya adalah dengan melakukan penawaran umum perdana saham di pasar modal. Untuk mencapai tingkatan ini, usia startup harus mencapai 5-10 tahun.
Itulah pembahasan tentang jenis-jenis pendanaan startup dan tahapannya. Dengan memahaminya, founder startup diharapkan bisa mengambil keputusan secara tepat.
Terlebih, jika menyangkut pengembangan usaha. Pasalnya, pendanaan bukan hanya tentang uang, melainkan bagaimana mendapatkan modal bernilai stabil tanpa risiko tinggi.
Apabila perusahaan rintisan sedang mencari sumber dana tambahan efektif, cobalah pertimbangkan untuk mengandalkan Pinjaman Usaha dari Pegadaian.
Layanan yang telah berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menawarkan plafon pinjaman fleksibel dengan cicilan tetap per bulan.
Ajukan transaksi Pinjaman Usaha secara langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat dengan menjaminkan BPKB kendaraan.
Pencairan uang pinjaman akan diproses setelah tahap verifikasi, survei, dan persetujuan kebutuhan kredit selesai dilakukan.
Kemudian, uang pinjaman bisa diterima oleh nasabah. Selama masa kredit berlangsung, akan dilakukan kegiatan pendampingan oleh tim Pegadaian terhadap nasabah.
Jadi, bagaimana? Yuk, dapatkan kebutuhan dana melalui Pinjaman Usaha di Pegadaian guna mewujudkan pengembangan usaha sekarang!
Baca juga: Kredit Cepat dan Aman yang Tepat untuk Pendanaan Bisnis
Artikel Lainnya

Keuangan
7 Cara Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak yang Terarah dan Tahan Inflasi
Menyiapkan tabungan pendidikan anak bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya berinvestasi emas. Yuk, ketahui cara-cara lainnya di sini!

Keuangan
Working Capital: Tujuan, Jenis, Hingga Cara Hitungnya
Working capital adalah selisih nilai antara aset yang dimiliki perusahaan saat ini dengan liabilitasnya. Cari tahu tujuan, jenis, hingga cara hitungnya di sini!

Keuangan
Akuntabilitas: Arti, Manfaat, Prinsip, Jenis, & Contohnya
Akuntabilitas adalah bentuk dari rasa tanggung jawab atas tugas atau kewajiban yang diemban. Ketahui manfaat, prinsip, jenis, hingga contohnya di artikel ini!
