7 Tanda Keuangan Sehat dan Tipsnya, Yuk Cek Sekarang!

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

02 February 2026
Bagikan :
image detail artikel

Stabilitas keuangan menjadi satu hal yang terasa sulit dipahami di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. Setiap orang menginginkan kebebasan finansial di masa depan.

Sayangnya, tidak banyak yang yakin bagaimana mengukur progresnya. Bahkan, masyarakat tidak benar-benar mengetahui ciri-ciri keuangan sehat.

Kesehatan finansial sering kali disamakan dengan jumlah uang yang dimiliki. Padahal, kenyataan yang sebenarnya justru lebih kompleks dari sekadar angka/nominal.

Ini lebih mengarah tentang pengelolaan dan perencanaan yang matang untuk menuju stabilitas, keberlanjutan cash flow, dan kemampuan memenuhi tujuan jangka panjang.

Nah, artikel ini akan menguraikan lebih jauh terkait tanda-tanda utama yang mencerminkan kondisi kesehatan finansial pribadimu. Jadi, simak sampai akhir.

Tanda-Tanda Keuangan Sehat

Kesehatan keuangan sangat penting dimiliki untuk menjamin kualitas hidup yang lebih baik dan leluasa tanpa dibayangi oleh rasa khawatir akan berbagai persoalan finansial.

Kondisi ini tidak selalu ditentukan oleh seberapa banyak uang yang ditabung atau dihasilkan setiap bulan. Namun, kamu bisa memperhatikan tanda-tanda keuangan sehat berikut ini.

1. Pengeluaran Disiplin dan Terencana

Hal mendasar untuk menilai apakah keuangan pribadi dalam kondisi sehat atau tidak adalah dengan melihat proporsi pendapatan dan pengeluarannya.

Apabila pendapatan lebih besar daripada uang yang dikeluarkan, maka bisa dikatakan telah mencapai kesehatan finansial karena arus kas positif serta tergolong stabil.

Tetapi, perlu dipahami bahwa ini bukan tentang jumlahnya. Hal tersebut mengacu pada pola manajemen keuangan dan penggunaannya.

Keuangan pribadi tidak akan terganggu saat kamu memiliki rencana pengeluaran disiplin dan jelas, lalu secara konsisten mampu mematuhinya.

2. Dana Darurat Memadai

Kebutuhan mendadak dan mendesak memang sulit untuk diprediksi, tetapi dapat diantisipasi dengan menyiapkan dana darurat sedari awal.

Hal ini sifatnya penting agar tidak mengganggu keuangan yang ada sehingga seluruh kebutuhan harian tetap tercukupi dengan baik.

Sebaliknya, tanpa adanya dana darurat yang memadai, maka finansial pribadi tidak dapat dikatakan dalam kondisi baik-baik saja.

Lantas, berapa besaran dana darurat yang ideal? Umumnya, setiap individu tidak sama. Jika masih lajang, sebaiknya kumpulkan sebesar 3-6 kali lipat dari total pengeluaran bulanan.

3. Mempunyai Asuransi Kesehatan

Tanda-tanda keuangan sehat selanjutnya, yaitu memiliki asuransi kesehatan. Ini memastikan kamu tidak memiliki beban finansial akibat biaya medis tidak terduga.

Pasalnya, biaya kesehatan saat ini pun terus mengalami peningkatan alias semakin mahal. Dengan asuransi, kamu tidak harus mengeluarkan biaya besar setiap kali berobat.

Apabila penghasilan yang didapatkan belum tergolong tinggi, maka fasilitas BPJS Kesehatan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi, tidak perlu khawatir.

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tetap Hemat & Aman

4. Investasi yang Cerdas

Salah satu parameter untuk mengukur kesehatan keuangan adalah investasi. Pasalnya, aktivitas ini merefleksikan kemampuan kamu dalam mengatur keuangan.

Seseorang dengan keuangan sehat cenderung mampu mengalokasikan sebagian dana yang dimiliki secara disiplin dan selektif dalam menentukan instrumen investasi.

Pilih aset yang bernilai stabil, seperti emas. Tidak harus langsung besar, kamu dapat berinvestasi emas minimal Rp10 ribuan di Tabungan Emas Pegadaian.

Namun, perlu diingat bahwa investasi tetap memiliki risiko. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan diversifikasi investasi untuk meminimalkannya.

Investasi yang cerdas berpotensi menghasilkan passive income menguntungkan. Nah, ini bisa dimanfaatkan untuk mencukupi keperluan serta menambah saldo tabungan.

Dengan demikian, keuanganmu dalam jangka pendek maupun panjang tetap terjaga stabilitas dan keseimbangannya.

5. Jumlah Kekayaan Meningkat

Keuangan sehat juga bisa dilihat melalui kekayaan yang dimiliki. Jika kamu sudah terbiasa mengelola keuangan dengan baik, maka cenderung lebih mudah dalam meningkatkan aset.

Pasalnya, kamu paham kapan harus memanfaatkan dana untuk kebutuhan jangka panjang. Sebagai contoh, kamu mengalokasikan sebagian dari return investasi ke rekening tabungan.

Saldo pun akan terus bertambah apabila dilakukan secara konsisten. Bukan hanya menyimpan uang, strategi ini membuat keuntungan menjadi lebih maksimal.

6. Rasio Utang Rendah

Utang termasuk solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan. Namun, jika tidak dimanfaatkan atau dikelola dengan baik maka bisa menjadi beban finansial.

Sebab, tidak sedikit orang menggunakan layanan kredit tanpa pertimbangan yang matang sehingga berpotensi terjerat masalah keuangan serius di kemudian hari.

Untuk mengetahui seberapa sehat kondisi finansial, maka perlu memperhatikan rasio utang (debt to service ratio). Perhitungan dengan rumus keuangan sehat ini cenderung sederhana.

Caranya, yaitu bagi total nominal cicilan utang yang ditanggung setiap bulan dengan total nilai pendapatan bulanan. Idealnya, cicilan tidak lebih dari 30% pendapatan.

7. Adanya Kejelasan Tujuan Finansial

Tanda kesehatan finansial lainnya adalah adanya tujuan yang jelas. Saat kondisi keuangan sehat, seluruh kebutuhan cenderung telah terpenuhi.

Alhasil, kesempatan bagi individu untuk menentukan rencana demi mencapai standar kesuksesan yang sudah ditentukan lebih terbuka lebar.

Sebab, tidak perlu lagi mengarahkan fokus untuk mengatasi masalah finansial. Ketika tujuan belum tercapai, ia akan semangat mengevaluasi dan memperbaiki hingga impian terwujud.

Baca juga: Begini Cara Mengatur Keuangan Usaha yang Bijaksana, Coba!

Tips Keuangan Sehat

Mencapai kondisi finansial yang sehat bukanlah perkara mudah. Namun, tetap bisa diusahakan dengan berbagai upaya. Berikut ini beberapa tips keuangan sehat yang dapat diterapkan.

  • Budgeting: Susun anggaran mingguan/bulanan sesuai kebutuhan dengan detail. Catat setiap pengeluaran dan pemasukan. Ini memungkinkan kamu memantau arus kas dengan lebih baik.
  • Menyusun Skala Prioritas: Dalam hal ini, kamu perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan terlebih dahulu. Nah, utamakan kebutuhan primer dan hindari pembelian secara impulsif agar stabilitas keuangan tetap terjaga.
  • Hindari Utang: Sebaiknya, segera penuhi kewajiban cicilan hingga lunas dan pastikan tidak menambah utang baru. Sebagai bentuk manajemen risiko keuangan, siapkan dana darurat sedini mungkin untuk situasi yang tidak terduga.
  • Hidup Hemat: Cobalah menerapkan pola hidup hemat, seperti minimalis atau frugal living agar dana bisa dialokasikan pada kebutuhan yang dirasa jauh lebih penting. Misalnya, tabungan dan investasi.
  • Meningkatkan Pendapatan: Mengandalkan satu sumber pemasukan saja terkadang tidak cukup. Maka dari itu, kamu bisa mendiversifikasi pendapatan dengan membuka usaha sampingan, jasa freelancer, dan lainnya di luar jam kerja utama.

Pada intinya, menjaga keuangan yang sehat sama artinya dengan memiliki ketenangan pikiran hari ini serta jaminan untuk masa mendatang.

Kesehatan finansial adalah perjalanan yang memerlukan langkah konkret. Untuk mencapainya, mulailah dengan mengubah danamu menjadi aset berharga, seperti emas.

Dalam hal ini, Tabungan Emas dari Pegadaian hadir sebagai layanan yang memungkinkan kamu berinvestasi emas secara mudah dan cepat.

Kamu dapat membuka rekening aktif dengan praktis melalui aplikasi Tring! by Pegadaian dan melakukan pembelian awal produk minimal 0,01 gram saja.

Nantinya, simpanan saldo emas digital bisa digunakan sesuai kebutuhan, seperti dijadikan jaminan gadai, dicetak menjadi emas fisik 24 karat, atau dijual kembali.

Agar investasi emas lebih terencana, kamu bisa melihat estimasi gramasi pembelian emas terlebih dahulu menggunakan fitur Simulasi Tabungan Emas.

Menarik sekali, bukan? Jadi, yuk jaga nilai kekayaan dengan memulai kebiasaan menabung emas di Pegadaian sekarang!

Baca juga: 7 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 4 Juta

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved