Mengenal Produk Keuangan: Jenis, Manfaat, dan Contohnya

Di tengah kenaikan biaya hidup dan kebutuhan yang semakin beragam, memilih produk keuangan yang tepat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.
Tanpa pemahaman yang baik tentang produk keuangan dan cara mengatur keuangan, banyak orang terjebak pada pengeluaran impulsif, utang tidak terkontrol, hingga kesulitan membangun aset jangka panjang.
Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenal berbagai produk finansial agar keputusan finansial yang diambil lebih terarah dan berkelanjutan.
Simak artikel ini sampai akhir untuk memahami jenis, manfaat, serta perbedaan produk keuangan secara lengkap.
Jenis-Jenis Produk Keuangan
Produk keuangan merupakan instrumen yang digunakan individu atau perusahaan untuk mengelola, melindungi, serta mengembangkan kondisi finansialnya. Berikut jenis-jenisnya yang umum digunakan:
1. Simpanan
Produk keuangan yang satu ini berfungsi untuk menyimpan dana secara aman dan mudah diakses. Contoh produk keuangan pada simpanan ini meliputi tabungan, deposito, dan giro.
Tabungan cocok untuk kebutuhan harian dan dana darurat, sedangkan deposito lebih sesuai untuk penyimpanan jangka menengah hingga panjang karena menawarkan bunga lebih tinggi dengan waktu pencairan tertentu.
Namun, bentuk simpanan tidak selalu harus berupa uang. Banyak orang mulai mempertimbangkan emas sebagai bentuk simpanan karena nilainya relatif lebih stabil dalam jangka panjang.
Emas juga dapat disimpan secara bertahap, sehingga tidak selalu membutuhkan dana besar di awal. Bahkan, menabung emas kini bisa dimulai dari nominal kecil, sekitar Rp10 ribuan sehingga dapat menyesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing.
2. Pembiayaan
Pembiayaan atau pinjaman merupakan produk finansial yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana dengan sistem pengembalian sesuai perjanjian.
Produk ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan konsumtif maupun produktif, tergantung pada tujuan penggunaannya. Misalnya, pemenuhan kebutuhan seperti pendidikan, pembelian aset, renovasi, hingga pengembangan usaha.
Namun, sebelum mengajukan pembiayaan, kamu perlu mempertimbangkan kemampuan membayar, tenor, serta biaya tambahan agar pembiayaan tidak menjadi beban keuangan di kemudian hari.
3. Investasi
Investasi bertujuan mengembangkan dana agar memberikan hasil di masa depan. Contoh produk keuangan dalam kategori investasi antara lain reksa dana, saham, obligasi, properti, dan emas.
Setiap instrumen memiliki tingkat risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda, sehingga penting bagi kamu untuk menyesuaikannya dengan tujuan dan profil risiko pribadi.
4. Asuransi
Asuransi merupakan produk finansial yang berfungsi sebagai perlindungan dari risiko finansial tidak terduga, seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan aset. Jenisnya meliputi asuransi kesehatan, jiwa, kendaraan, hingga pendidikan.
5. E-wallet
E-wallet adalah produk finansial digital yang memudahkan transaksi non-tunai. Selain praktis, e-wallet juga sering menawarkan promo dan cashback yang membantu menghemat pengeluaran harian jika digunakan secara bijak.
Baca juga: Cara Mengatur Keuangan 50/30/20 Beserta Contoh Hitungannya
Manfaat Menggunakan Produk Keuangan
Memahami dan menggunakan produk finansial dengan tepat memberikan banyak keuntungan bagi kondisi finansialmu. Berikut beberapa manfaat utamanya:
- Membantu Pengelolaan Keuangan Lebih Terstruktur: Produk ini memudahkan kamu membagi dana sesuai kebutuhan, mulai dari tabungan, investasi, hingga dana darurat.
- Melindungi dari Risiko Finansial: Melalui asuransi dan dana darurat, kamu memiliki perlindungan saat terjadi kondisi tak terduga.
- Membantu Mewujudkan Tujuan Finansial: Produk investasi dan pensiun membantu kamu mencapai target jangka panjang, seperti membeli rumah atau mempersiapkan masa tua.
- Mendukung Pertumbuhan Usaha: Produk pembiayaan dan layanan pembayaran digital mempermudah pengembangan bisnis, termasuk untuk usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan Disiplin Finansial: Dengan menggunakan produk finansial secara konsisten, kamu akan lebih terlatih dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran.
Apa Perbedaan Produk Keuangan Syariah dengan Konvensional?
Banyak orang mengira perbedaan produk keuangan syariah dan konvensional hanya terletak pada ada atau tidaknya bunga. Padahal, perbedaannya jauh lebih mendasar, mulai dari prinsip, sistem keuntungan, hingga cara pengelolaan dana.
Memahami perbedaan ini penting agar kamu tidak salah memilih produk finansial, terutama jika ingin menyesuaikan keputusan finansial dengan nilai, tujuan hidup, serta rencana keuangan jangka panjang.
Berikut penjelasan perbedaan produk keuangan syariah dan konvensional secara lebih rinci.
1. Prinsip Dasar
Produk keuangan syariah berlandaskan hukum Islam yang melarang riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (spekulasi atau perjudian). Setiap transaksi harus dilakukan secara transparan, adil, dan memiliki dasar akad yang jelas.
Sementara itu, produk keuangan konvensional beroperasi berdasarkan regulasi umum dan prinsip ekonomi modern, dengan sistem bunga sebagai sumber utama keuntungan.
2. Sistem Keuntungan
Pada produk keuangan syariah, keuntungan diperoleh melalui sistem bagi hasil (nisbah) atau margin tetap dari transaksi jual beli. Artinya, keuntungan dibagi secara adil sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Sebaliknya, produk keuangan konvensional menggunakan sistem bunga, baik tetap maupun mengambang, yang menjadi beban bagi nasabah peminjam dan menjadi keuntungan bagi lembaga keuangan.
3. Jenis Akad
Produk keuangan syariah menggunakan akad yang sesuai syariat, seperti:
- Mudharabah (bagi hasil),
- Musyarakah (kemitraan),
- Murabahah (jual beli dengan margin),
- Ijarah (sewa).
Sementara itu, produk keuangan konvensional menggunakan akad pinjaman berbasis bunga dan perjanjian kredit pada umumnya.
Baca juga: Sistem Pegadaian Syariah: Prinsip Dasar hingga Produknya
4. Pengelolaan Dana
Dana pada produk keuangan syariah hanya boleh disalurkan ke sektor usaha yang halal dan sesuai prinsip Islam. Usaha seperti perjudian, minuman keras, dan industri yang bertentangan dengan nilai syariah tidak diperbolehkan.
Pada produk keuangan konvensional, dana dapat dikelola di berbagai sektor bisnis selama dianggap legal dan menguntungkan secara ekonomi.
5. Pengawasan
Produk keuangan syariah diawasi oleh dua lembaga, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bank Indonesia serta Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang memastikan seluruh aktivitas sesuai dengan prinsip Islam.
Sementara itu, produk finasial yang berbasis konvensional hanya berada di bawah pengawasan regulator perbankan umum tanpa pengawasan khusus terkait kepatuhan syariah.
Pada akhirnya, perbedaan antara produk keuangan syariah dan konvensional juga sangat bergantung pada kebijakan serta karakteristik masing-masing lembaga keuangan.
Meskipun sama-sama menawarkan fungsi yang serupa, seperti simpanan, pembiayaan, atau investasi, mekanisme yang digunakan dapat berbeda sesuai dengan sistem yang dianut.
Memahami berbagai jenis produk keuangan, manfaatnya, serta perbedaan antara sistem syariah dan konvensional membantu kamu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak.
Dengan pemilihan produk yang tepat, kamu tidak hanya mampu mengelola pengeluaran, tetapi juga membangun aset untuk masa depan secara lebih terencana.
Dalam praktiknya, produk keuangan simpanan atau tabungan sering menjadi langkah awal yang paling realistis bagi banyak orang. Melalui tabungan, kamu dapat menyisihkan dana secara rutin, menjaga likuiditas, sekaligus melatih disiplin finansial.
Berbeda dengan tabungan uang biasa yang nilainya dapat tergerus inflasi, tabungan berbasis emas menawarkan karakter aset yang lebih stabil dalam jangka panjang.
Di Pegadaian, kamu dapat mulai menabung emas dengan nominal terjangkau, mulai dari Rp10 ribuan sehingga lebih ramah untuk berbagai kalangan.
Seluruh transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, mulai dari registrasi akun, top up saldo, gadai, jual emas hingga transfer saldo emas ke sesama pemilik rekening.
Selain itu, Pegadaian juga menyediakan fitur Simulasi Tabungan Emas yang membantu kamu memperkirakan rencana pembelian emas secara lebih terukur dan transparan.
Jadi, segera optimalkan strategi keuangan dengan menjaga nilai aset dengan mengaktifkan rekening Tabungan Emas Pegadaian sekarang juga!
Baca juga: Tabungan Berapa Persen dari Gaji? Ini Metode Pengolahannya
Artikel Lainnya

Keuangan
Cash Conversion Cycle: Komponen, Cara Hitung, & Interpretasi
Cash conversion cycle adalah alat ukur lamanya waktu yang diperlukan perusahaan mengubah stok dan sumber daya lainnya menjadi kas. Simak selengkapnya di sini!

Keuangan
Inilah Syarat Gadai iPad di Pegadaian, Cara, & Keuntungannya
Gadai iPad di Pegadaian memiliki syarat, keuntungan, dan tata cara tersendiri sesuai dengan ketentuan Gadai Elektronik. Yuk, simak selengkapnya di sini!

Keuangan
Giro: Jenis, Ciri, serta Bedanya dengan Tabungan & Cek
Giro adalah produk perbankan yang digunakan untuk pembayaran nontunai. Ketahui jenis, ciri-ciri, contoh, dan informasi lainnya terkait giro di artikel ini!
