9 Cara Riset Pasar Sebelum Berbisnis Beserta Contohnya

Memulai usaha di pasar yang semakin kompetitif ibaratkan menavigasi lautan luas penuh ketidakpastian sehingga dibutuhkan “kompas pengetahuan” sebagai kekuatan.
Dalam kewirausahaan, “kompas” vital ini adalah riset pasar. Mengabaikan tahap tersebut sama halnya dengan bertaruh besar pada modal yang dikeluarkan.
Bukan tanpa alasan, tidak sedikit bisnis baru yang gagal karena tidak benar-benar memahami target pasar atau kebutuhan konsumen mereka.
Riset pasar yang efektif memungkinkan untuk membuat keputusan usaha lebih terukur dan siap dalam menghadapi ketidakpastian pasar.
Oleh karena itu, mari bahas lebih lanjut mengenai cara riset pasar sebelum berbisnis di artikel ini. Simak sampai akhir.
Pentingnya Riset Pasar
Riset pasar adalah proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi sistematis mengenai kelayakan produk atau layanan baru.
Bagi bisnis, hal ini sangat penting dilaksanakan karena beberapa alasan, di antaranya untuk:
- Menyelami psikologi target pasar/konsumen.
- Melihat peluang dan situasi pemasaran produk atau layanan di lapangan.
- Mengetahui strategi kompetitor.
- Memahami tantangan sekaligus risiko usaha.
- Menemukan celah pasar.
- Mengerti persepsi serta kepuasan konsumen terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
- Menentukan strategi pemasaran produk atau layanan yang tepat.
Dengan riset pasar secara komprehensif, pelaku usaha dapat membuat keputusan bisnis yang berbasis data akurat, bukan sekadar asumsi belaka.
Cara Riset Pasar Sebelum Berbisnis
Riset pasar yang efektif dapat dilakukan dengan berbagai upaya. Adapun beberapa cara riset pasar sebelum berbisnis adalah sebagai berikut.
1. Tetapkan Tujuan Utama
Ketika hendak memulai riset pasar, kamu harus menetapkan tujuan utama yang jelas terlebih dahulu. Ini membantu kamu lebih fokus dalam mengumpulkan data yang relevan.
Dengan demikian, riset pasar tidak melebar ke arah lain yang dapat menimbulkan kebingungan. Pastikan bahwa tujuan yang telah ditetapkan sesuai kebutuhan bisnis, seperti:
- Mengetahui apakah produk atau layanan yang akan disediakan mempunyai permintaan di pasar.
- Memahami berbagai faktor yang bisa memengaruhi keputusan pelanggan untuk melakukan pembelian.
- Menentukan segmentasi audiens yang akan menjadi pelanggan potensial dan setia pada bisnis.
- Analisis tingkat persaingan di industri yang ditargetkan, termasuk mengenali pesaing.
2. Tentukan Jenis Riset Pasar
Selain tujuan, jangan lupa menentukan jenis riset pasar yang tepat. Pasalnya, aspek tersebut dapat memengaruhi hasil dari segmentasi pasar yang dilakukan.
Secara umum, terdapat empat jenis riset pasar yang memiliki tujuan berbeda. Kamu dapat menggunakannya sesuai kebutuhan bisnis, antara lain:
- Riset Segmentasi Pasar: Kegiatan terstruktur yang bertujuan untuk mengidentifikasi konsumen menurut perilaku, demografi, hingga psikografinya.
- Riset Harga: Riset yang menitikberatkan pada penentuan harga produk atau layanan yang paling optimal berdasarkan harga kompetitor dan daya beli konsumen.
- Riset Pasar untuk Pengujian Produk: Proses untuk mengumpulkan data serta analisis guna mengetahui apakah produk atau layanan mampu memenuhi kebutuhan target pasar sebelum perilisan dilakukan secara resmi dan meluas.
- Analisis Kepuasan Pelanggan: Proses untuk menilai tingkat kepuasan pelanggan/konsumen terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
3. Identifikasi Buyer Persona
Buyer persona mengacu pada profil fiktif untuk menggambarkan target pelanggan ideal suatu bisnis yang dapat dibuat berdasarkan data:
- Demografis.
- Kepribadian konsumen.
- Perilaku konsumen sehari-hari ketika membeli produk.
- Tantangan dan masalah yang mungkin dihadapi saat hendak melakukan pembelian.
- Cara konsumen mengambil keputusan pembelian.
Mengidentifikasi aspek-aspek tersebut berguna untuk membantu agar riset pasar yang dilakukan menjadi lebih akurat.
4. Kenali Pesaing
Selanjutnya yaitu mengenali pesaing dengan baik. Pasalnya, saat produk atau layanan yang dijual sama, maka target pasarnya pun tidak akan berbeda.
Oleh karena itu, penting untuk mempelajari kelebihan dan kekurangan produk atau layanan maupun strategi usaha yang digunakan kompetitor.
Dengan demikian, hal ini bisa membantu kamu dalam melakukan promosi secara efektif agar produk atau layanan yang dipasarkan mampu bersaing di pasaran.
Baca juga: Kapitalisasi Pasar: Fungsi, Jenis, dan Cara Menghitungnya
5. Tentukan Teknik Pengumpulan Data
Jangan lupa menentukan teknik pengumpulan data yang digunakan, seperti analisis data kualitatif, kuantitatif, wawancara, kuesioner, focus group discussion, kepustakaan, penelitian etnografi, survei, observasi pasar, uji produk, dan lain-lain.
6. Pilih Sumber Pengumpulan Data
Langkah ini dapat dilaksanakan secara simultan atau menyeluruh. Terlepas dari itu, pastikan bahwa sumber pengumpulan data relevan dengan target, berkualitas, dan bisa dipercaya.
Selain itu, sampel responden pun harus mampu mewakili target pasar yang diteliti. Kamu dapat mengambil data yang akurat dan mempresentasikan tujuan bisnis dari:
- Sumber Data Primer: Dihimpun langsung dari target pasar melalui focus group discussion (FGD), wawancara, atau survei.
- Sumber Data Sekunder: Data diambil dari publikasi riset, laporan industri, maupun situs web yang kredibel.
- Sumber Data Daring: Ini dapat diperoleh dari media sosial, ulasan pelanggan di platform e-commerce, dan lain sebagainya.
7. Analisis Data Riset Pasar
Cara riset pasar sebelum berbisnis berikutnya, yakni melakukan analisis data. Tujuannya adalah untuk memperoleh insight yang dapat ditindaklanjuti.
Metode yang bisa digunakan, seperti analisis SWOT untuk memahami posisi bisnis di pasar dan analisis tren pasar guna melihat perubahan pola konsumsi beberapa tahun terakhir.
Lalu, lakukan pula metode analisis persaingan dengan membandingkan keunggulan kompetitif produk atau layanan milik bisnis pribadi dan kompetitor.
8. Menyusun Laporan Riset
Setelah analisis data selesai, kamu dapat menyusun laporan hasil riset secara sistematis dan fokuskan pada temuan yang paling relevan dengan kebutuhan usaha.
Pendekatan yang bisa digunakan cukup beragam, salah satunya piramida terbalik. Jadi, dimulai dengan kesimpulan utama, lalu diikuti data pendukung serta rincian penjelasan.
9. Menarik Kesimpulan dan Mengambil Keputusan
Tahap terakhir dari pelaksanaan riset pasar, yakni menarik kesimpulan. Artinya, hasil riset pasar yang telah disusun dalam laporan harus mampu menghasilkan keputusan strategis.
Misalnya, hasil ternyata menunjukkan bahwa terdapat kekurangan pada produk atau layanan, maka bisa merencanakan penyesuaian yang tepat berdasarkan analisis pasar.
Baca juga: 5 Strategi Pengembangan UKM yang Kreatif Guna Meraih Peluang Pasar
Contoh Riset Pasar
Pada dasarnya, contoh riset pasar tidak sulit ditemukan. Agar pemahaman lebih jelas, perhatikan ilustrasi di bawah ini.
Seorang pengusaha hendak membuka bisnis kafe. Untuk menentukan lokasi yang strategis dan tren terkini di pasar, maka perlu melakukan riset pasar dengan langkah-langkah berikut.
- Survei singkat terkait menu favorit.
- Melakukan perbandingan harga menu dengan milik kompetitor.
- Observasi secara langsung ke lokasi potensial, seperti dekat area kantor atau kampus.
- Melihat bagaimana tren konsumsi kopi di media sosial.
Secara keseluruhan, bisa dipahami bahwa riset pasar mendalam bukanlah akhir. Justru, fondasi untuk membangun keyakinan dalam melangkah dan melakukan aksi nyata.
Cara riset pasar sebelum berbisnis membekali pelaku usaha dengan pengetahuan untuk mengambil keputusan usaha terbaik yang tepat sekaligus bijaksana.
Setelah memvalidasi ide maupun memahami target pasar, kamu siap untuk berlanjut ke tahap pendanaan guna mewujudkan impian bisnis.
Jika mencari opsi dukungan finansial yang transparan, halal tanpa riba, dan berizin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka KUR Syariah dari Pegadaian adalah jawabannya.
Melalui layanan pembiayaan ini, kamu berpeluang memperoleh modal tambahan usaha tanpa barang jaminan karena pelaksanaannya berprinsip syariah sesuai fatwa DSN-MUI.
Pengajuannya mudah, yaitu langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat dengan pencairan cepat, tanpa biaya administrasi, dan mu’nah terjangkau.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, rencanakan realisasi bisnis yang sukses dengan solusi permodalan melalui KUR Syariah di Pegadaian sekarang!
Baca juga: 6 Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Lokasi Wirausaha, Catat!
Artikel Lainnya

Wirausaha
Contoh Proposal Makanan untuk Bisnis: Cara Bikin Praktis!
Memulai usaha makanan bisa dilakukan dengan membuat proposal dulu. Yuk, cari tahu cara membuat proposal usaha makanan dan contohnya di sini!

Wirausaha
Perjuangan Inspiratif dari Pebisnis Pisang Ijo Riezka Rahmatiana
Kesuksesan bukan datang kepada seseorang yang tidak pernah mengalami kegagalan, melainkan kepada seseorang yang tidak pernah berhenti berusaha.

Wirausaha
5 Usaha yang Ramah Lingkungan dan Tips Mulainya
Tak hanya uang, kamu juga bisa menabung emas di Pegadaian. Sebenarnya, apa saja keuntungan menabung emas? Simak ulasannya di sini.
