8 Perbedaan Passive Income dan Active Income dalam Keuangan

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

11 February 2026
Bagikan :
image detail artikel

Pernah mendengar terkait active dan passive income? Sebenarnya, kedua istilah tersebut sama-sama merujuk pada penghasilan.

Dalam keuangan, active dan passive income dikenal sebagai dua jalur utama untuk mendapatkan uang atau membangun aset kekayaan.

Kendati demikian, keduanya ternyata tidak sama. Memahami perbedaan passive income dan active income termasuk langkah penting dalam merencanakan finansial.

Namun, jangan khawatir! Artikel ini akan mengulas lebih jauh terkait hal tersebut. Maka dari itu, jangan lewatkan pembahasannya.

Apa Itu Active dan Passive Income?

Active income merupakan jenis penghasilan yang didapatkan dengan melakukan kegiatan, pekerjaan, atau usaha secara langsung.

Dengan kata lain, individu harus terlibat aktif demi memperoleh uang tersebut. Rentang waktu peroleh active income, mulai dari harian, mingguan, atau bulanan.

Ini bergantung pada kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak-pihak terkait sebelum melakukan pekerjaan. Sebaliknya, individu justru tidak harus berusaha sebanyak yang dibutuhkan dalam mendapatkan passive income.

Meskipun demikian, membangun sumber passive income pun tidak dapat dikatakan mudah karena tetap memerlukan usaha atau modal di awal.

Jadi, bisa dikatakan bahwa passive income adalah pendapatan rutin yang diperoleh dengan usaha minimal secara terus menerus setelah sistem investasi awal dibangun.

Perbedaan Passive Income dan Active Income

Selain definisi, perbedaan passive income dan active income juga dapat dicermati berdasarkan aspek lainnya. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Sumber Penghasilan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, active income didapatkan setelah individu menyelesaikan suatu aktivitas atau pekerjaan.

Dalam hal ini, meliputi pekerjaan utama, freelance, side job, pekerjaan paruh waktu, maupun keuntungan dari usaha pribadi.

Di sisi lain, sumber penghasilan pasif (passive income) berasal dari aset yang dikelola secara maksimal, seperti saham, obligasi, deposito, hingga penyewaan properti.

Nah, aset-aset tersebut umumnya diperoleh dengan cara menyisihkan sebagian dana dari pendapatan aktif (active income) yang dimiliki.

2. Cara Kerja

Berdasarkan cara kerjanya, penghasilan aktif hanya bisa diperoleh apabila individu bekerja secara aktif, rutin, sekaligus konsisten.

Sementara itu, sifat dari passive income cenderung otomatis atau mengalir sendiri. Aset-aset yang dimiliki akan menghasilkan uang tanpa perlu partisipasi aktif setiap saat.

Misalnya, kamu melakukan mendepositokan dana ke lembaga keuangan. Nah, yang perlu dilakukan hanya menunggu sampai jatuh tempo tiba untuk mencairkan keuntungan dari aktivitas penanaman modal.

Baca juga: 5 Cara Mudah Mendapatkan Uang, Auto Tambah Penghasilan

3. Manfaat

Perbedaan passive income dan active income juga bisa dilihat menurut manfaatnya. Active income dapat digunakan sebagai penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan, passive income cenderung dimanfaatkan sebagai pendapatan pendukung yang memberikan fleksibilitas dalam manajemen keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan finansial.

4. Cara Mendapatkan

Untuk mendapatkan pendapatan aktif, kamu harus melakukan suatu kewajiban atau pekerjaan terlebih dahulu hingga tuntas.

Berbeda halnya dengan itu, tanpa bekerja aktif sekali pun kamu tetap berkesempatan untuk memperoleh penghasilan pasif asalkan sumbernya sudah ada lebih dulu.

5. Besar Nominal

Aspek lainnya yang menjadi perbedaan passive income dan active income, yaitu besaran nominal. Umumnya, besaran nominal penghasilan aktif cukup variatif.

Hal itu bergantung pada kuantitas serta kualitas usaha, pengalaman, dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Sementara itu, besaran nominal passive income lebih terukur.

Pasalnya, ditentukan menurut alokasi jumlah modal awal dan perhitungan persentase maupun tingkat suku bunga (jika berinvestasi).

6. Risiko

Secara umum, risiko passive income tergolong lebih besar. Terlebih, apabila hasil tersebut didapatkan dari suatu aktivitas investasi.

Namun, perlu dipahami bahwa setiap investasi memiliki risiko yang tidak sama. Active income memang cenderung lebih stabil dari sisi keuangan dan risikonya minim.

Tetapi, bukan berarti tidak ada potensi kerugiannya. Sumber active income bisa hilang saat kamu tidak mampu bekerja karena faktor kesehatan, usia, PHK, atau perusahaan bangkrut.

Baca juga: 8 Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan yang Gampang Dilakukan

7. Besaran Pajak

Pengenaan pajak untuk active dan passive income cukup berbeda serta bervariasi, bergantung pada ketetapan hukum yang berlaku di suatu negara.

Umumnya, tarif pajak active income nilainya lebih tinggi dibandingkan active income karena mencakup beberapa hal, seperti keuntungan bisnis, gaji, dan bonus.

8. Contoh

Perbedaan passive income dan active income selanjutnya, yaitu dapat diamati dari sisi contoh. Contoh passive income dan active income cukup beragam. Berikut ini beberapa sumber penghasilan pasif:

  • Sewa properti.
  • Dividen saham.
  • Bunga deposito atau tabungan.
  • Royalti dari buku atau musik, dan lain sebagainya.


Sementara itu, sumber pendapatan aktif juga bermacam-macam dan mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Bekerja part time.
  • Gaji karyawan per minggu/bulan.
  • Menjalankan bisnis pribadi.
  • Penjualan barang dan jasa, serta lainnya.


Itulah penjelasan mengenai beberapa perbedaan passive income dan active income. Walaupun berbeda, keduanya sama-sama memiliki peranan krusial dalam keuangan.

Dengan memiliki active dan passive income stabil, kamu berpeluang untuk meraih kebebasan finansial yang lebih baik di masa mendatang.

Alih-alih membiarkannya di rekening dan berisiko tergerus inflasi, sebaiknya alokasikan dana ke Deposito Emas dari Pegadaian agar menjadi aset produktif.

Melalui layanan ini, investasi emas akan disimpan dan dikelola secara tepat. Nantinya, kamu bisa mendapatkan imbal hasil tambahan dalam bentuk gram.

Proses pengajuannya mudah dengan minimal transaksi sebesar 5 gram. Masa tenor yang ditawarkan pun tergolong fleksibel, mulai dari 3, 6, 9, dan 12 bulan.

Namun, kamu perlu memiliki rekening Tabungan Emas terlebih dahulu. Jika belum ada, maka ajukan pembukaan rekening aktif secara online lewat aplikasi Tring! by Pegadaian.

Bagaimana, tertarik untuk bertransaksi? Yuk, lindungi nilai kekayaan dan maksimalkan keuntungan investasi emas dengan produk Deposito Emas dari Pegadaian sekarang!

Baca juga: Daftar Usaha Penghasilan Harian & Tips Agar Selalu Untung

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved