Lebih Baik Sewa atau Beli Rumah? Ini Pertimbangannya!

Dilema antara sewa atau beli rumah menjadi persoalan yang sering kali dialami, terutama di tengah kehidupan modern seperti sekarang.
Pasalnya, keputusan ini bukan sekadar berkaitan dengan memiliki tempat untuk berteduh, tetapi tentang cara manajemen liabilitas, aset, dan gaya hidup jangka panjang.
Lantas, lebih baik sewa atau beli rumah? Mari simak pembahasan mengenai hal tersebut di artikel berikut sampai akhir.
Keuntungan Sewa Rumah
Sewa rumah termasuk solusi strategis untuk menghindari komitmen finansial dan nonfinansial yang besar dalam jangka panjang terkait kepemilikan rumah.
Di samping itu, terdapat berbagai keuntungan lain yang bisa dirasakan saat kamu menyewa rumah, di antaranya:
1. Biaya Awal Lebih Rendah
Ketika memutuskan sewa/kontrak rumah, kamu cukup menyiapkan uang deposit atau jaminan awal dan biaya untuk sewa bulanan nantinya.
Nominal ini bisa lebih terjangkau daripada membeli rumah yang membutuhkan down payment (uang muka) sebesar 10-20% dari total harga.
2. Fleksibilitas Pindah Rumah
Dengan menyewa rumah, kamu lebih fleksibel jika ingin berpindah ke tempat lain tanpa harus memikirkan tentang pengalihan atau penjualan kepemilikan rumah.
Hal itu memberikan kebebasan bagi kamu untuk menyesuaikan tempat tinggal dengan perubahan kondisi, seperti keinginan pribadi, keperluan keluarga, atau perpindahan pekerjaan.
3. Kebebasan Finansial
Berbeda dengan membeli atau memiliki rumah sendiri, sewa memungkinkan kamu menggunakan dana secara fleksibel karena tidak mengikat modal dalam bentuk ekuitas properti. Alhasil, kamu bisa mengalokasikannya ke hal lain, seperti menabung atau investasi.
4. Tidak Terikat Utang Hipotek
Umumnya, sewa rumah tidak membutuhkan atau melibatkan utang hipotek. Dengan demikian, kamu pun tidak perlu menanggung beban finansial jangka panjang terkait kepemilikan rumah, seperti membayar pajak, bunga, dan lainnya.
5. Tidak Bertanggung Jawab Atas Perbaikan
Sebagai penyewa, kamu tidak memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki maupun memelihara properti. Pasalnya, hal ini menjadi tugas dan kewajiban pemilik rumah atau manajer properti. Jadi, cukup beri tahu kepada pihak-pihak tersebut apabila ada masalah.
6. Fluktuasi Harga Rumah Bukan Masalah
Setiap tahun, harga rumah biasanya akan mengalami peningkatan. Tetapi, pasar properti terkadang cukup stagnan bahkan menurun.
Bagi penyewa, fluktuasi harga rumah tidaklah menjadi masalah yang berarti karena kondisi finansial tidak akan terdampak oleh depresiasi nilai properti.
Kerugian Sewa Rumah
Selain keuntungan menyewa rumah, kerugiannya juga menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Terdapat beberapa kerugian sewa rumah yang patut dipikirkan, yaitu sebagai berikut.
1. Tidak Bisa Menjadi Investasi
Apabila menyewa rumah, maka kamu tidak bisa memanfaatkan kenaikan nilai properti. Pasalnya, hal ini hanya dimiliki oleh pemilik properti saja.
Artinya, kamu tidak dapat menjadikan rumah sebagai aset investasi masa depan maupun merasakan keuntungan finansial dari apresiasi nilai rumah tersebut.
2. Tidak Menjadi Hak Milik
Dengan menyewa rumah, berarti kamu tidak akan mempunyai aset properti, kendali atas perubahan (renovasi) yang ingin dilakukan, atau membangun ekuitas di dalam rumah tersebut.
Hal ini tergolong kurang stabil dalam jangka panjang. Apalagi, biaya sewa rumah seiring waktu bisa terlihat seperti pemborosan.
3. Bisa Diberhentikan oleh Pemilik
Sebagai penyewa, kamu wajib mematuhi berbagai kebijakan dari pemilik properti, termasuk dalam hal perpanjangan maupun pengakhiran kontrak sewa.
Jika tidak diperpanjang, maka kamu diharuskan pindah tempat tinggal. Hal ini akhirnya membuat kamu tidak memiliki kepastian tempat tinggal dalam jangka panjang.
Baca juga: 8 Cara Menabung untuk Beli Rumah Tanpa Merasa Tertekan
Keuntungan Beli Rumah
Membeli rumah menjadi impian bagi sebagian besar orang untuk merealisasikan kepemilikan aset berwujud. Apalagi, langkah tersebut bisa mendatangkan berbagai keuntungan berikut ini.
1. Investasi Jangka Panjang
Dengan membeli rumah, kamu memiliki kesempatan untuk membangun ekuitas properti yang dapat menjadi aset investasi jangka panjang nantinya.
Saat nilai properti ini naik di pasar, maka ekuitas pun akan tumbuh secara signifikan. Hal ini tentu memberikan keuntungan yang menjanjikan, bahkan bisa menjadi passive income.
2. Kebebasan Mengatur Rumah
Memiliki rumah sendiri membuat kamu lebih bebas dalam mengatur, memperbaiki, maupun memodifikasinya sesuai keinginan dan preferensi.
Sebagai pemilik rumah, kamu mempunyai kendali penuh atas rumah dan dapat menyesuaikannya tanpa harus meminta izin terlebih dahulu ke pemilik lain.
3. Kepemilikan Aset
Saat memutuskan untuk membeli rumah, artinya kamu akan memperoleh hak kepemilikan atas aset tersebut. Nantinya, rumah yang dibeli bisa ditinggali sendiri, dijual kembali, digadaikan, atau disewakan.
Nah, dana yang diterima dari transaksi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan produktif maupun konsumtif.
4. Opsi Ideal untuk Membangun Keluarga
Membeli rumah bisa membuat kamu mendapatkan kepastian akan tempat tinggal dalam jangka panjang. Aspek ini penting untuk dipikirkan, terutama saat telah memiliki buah hati.
Jika memiliki rumah sendiri, anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang konsisten dan stabil tanpa khawatir harus berpindah-pindah tempat ketika kontrak sewa berakhir.
Sebagai orang tua, kamu pun menjadi leluasa untuk menyusun rencana pendidikan mereka di masa depan dan menjalin lebih banyak relasi dengan tetangga sekitar rumah.
5. Hidup Lebih Tenang
Dengan memiliki rumah pribadi, kontrol penuh dan kepemilikan terhadap tempat tinggal berada di tanganmu. Hal ini membuat hidup lebih tenang karena mengetahui bahwa rumah tidak akan diambil pihak mana pun. Selain itu, kamu tidak perlu khawatir sewaktu-waktu diminta pindah.
6. Menjadi Warisan Keluarga
Di samping investasi, rumah yang dibeli nantinya bisa diturunkan ke anak cucu. Jadi, bukan sekadar finansial, properti ini pun akan bernilai emosional.
Memberikan warisan rumah kepada anak cucu pun termasuk bentuk perlindungan bagi mereka, khususnya di tengah inflasi dan tidak stabilnya kondisi perekonomian.
Kerugian Beli Rumah
Tidak hanya keuntungan, kamu pun perlu mempertimbangkan apa saja kerugian beli rumah yang mungkin dirasakan nantinya. Adapun beberapa kerugiannya adalah sebagai berikut.
1. Biaya Maintenance
Rumah membutuhkan perawatan berkala, baik untuk renovasi besar atau hanya perbaikan minor. Jadi, kamu harus mengeluarkan biaya yang tentunya tidak murah.
Walaupun bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau keinginan, ini dapat berpotensi menjadi beban finansial jika anggaran tidak direncanakan sebaik mungkin.
2. Banyak Dokumen yang Dibutuhkan
Ketika hendak membeli rumah, kamu harus menyiapkan banyak dokumen. Kemudian, dokumen-dokumen tersebut pun perlu diperiksa dan ditandatangani untuk persetujuan. Nah, proses dokumentasi ini memang biasanya cukup rumit jika dibandingkan dengan sewa rumah.
3. Membayar Biaya Pajak Sendiri
Selain perawatan, biaya pajak properti akan menjadi tanggungan pribadi saat kamu membeli rumah sendiri. Hal ini harus menjadi pertimbangan tambahan dalam penyusunan anggaran.
Umumnya, jumlah biaya pajak properti bisa berbeda bergantung pada nilai dan lokasinya. Terlebih, kebijakan tentang hal tersebut pun dapat mengalami perubahan.
Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengikuti perkembangan aturan yang ada dan masukkan biaya ini ke dalam rencana finansial ke depannya.
4. Rawan Terjadi Negative Cash Flow
Rumah pribadi memang akan menjadi bagian dari kekayaan dan aset investasi. Tetapi, hal ini berpotensi memakan dana darurat jika terjadi kerusakan mendadak pada rumah.
Terlebih, ketika jumlah pengeluaran justru melebihi dana yang telah dianggarkan. Akibatnya, berujung pada negative cash flow.
Agar terhindar dari risiko utang yang membebani finansial, maka kamu harus memiliki cadangan dana darurat dan lebih bijaksana dalam mengelolanya.
Dengan demikian, cukup untuk menangani situasi mendesak dan tidak terduga tanpa harus mengganggu kondisi keuangan pribadi secara signifikan.
Baca juga: 11 Tips Membeli Rumah Pertama yang Aman dan Antirugi
Lebih Untung Sewa atau Beli Rumah?
Menyewa atau membeli rumah memang menjadi salah satu keputusan finansial yang penting untuk diambil. Lantas, lebih baik sewa atau beli rumah?
Pada dasarnya, kedua pilihan tersebut memiliki aspek keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Jadi, memutuskan lebih untung sewa atau beli rumah memang tidak mudah.
Terlebih, ada berbagai silang pendapat terkait kedua pilihan tersebut. Alhasil, terdapat banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti:
- Memperhatikan kondisi kebutuhan rumah.
- Pendapatan bulanan.
- Keadaan finansial, termasuk utang saat ini.
- Rencana masa depan, dan lain sebagainya.
Jadi, pikirkan setiap faktor dengan saksama. Kamu bisa berkonsultasi ke profesional keuangan atau makelar lokal untuk memperoleh pandangan lebih lanjut agar keputusan yang diambil lebih tepat.
Pada intinya, keputusan antara sewa vs beli rumah sangat personal. Kamu perlu mempertimbangkan segala halnya secara matang.
Salah satu aspek penting adalah pastikan kamu telah memiliki fondasi keuangan yang kuat. Jika memerlukan dukungan finansial tambahan, jangan ragu mencari solusi alternatif terbaik.
Dalam hal ini, cobalah mengandalkan Pinjaman Serbaguna dari Pegadaian dengan agunan BPKB kendaraan. Layanan pembiayaan ini menawarkan sewa modal terjangkau.
Cicilan per bulannya pun tetap. Kamu bisa mengajukan prosesnya secara langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat dengan mudah dan cepat.
Tunggu apa lagi? Yuk, segara dapatkan dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan produktif maupun konsumtif melalui transaksi Pinjaman Serbaguna di Pegadaian!
Baca juga: Apakah Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Penjelasan & Tipsnya!
Artikel Lainnya

Keuangan
Macam-macam Hobi yang Bisa Hasilkan Uang
Hampir semua orang memiliki kegiatan atau aktivitas yang disenanginya. hal ini biasa disebut dengan hobi. Banyak hobi yang terkadang tidak hanya sekadar untuk mengisi waktu luang tapi juga dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai rutinitas yang menghasilkan uang. Jika bisa memanfaatkan hobi yang kita miliki menjadi sebuah bisnis, kita bisa menghasilkan uang yang lebih dan bisa […]

Keuangan
Funding: Tujuan, Fungsi, Hingga Bedanya dengan Financing
Funding adalah aktivitas mengumpulkan dana untuk beragam keperluan. Cari tahu tujuan, fungsi, contoh, hingga perbedaannya dengan financing di artikel ini!

Keuangan
Kebutuhan Primer: Kenali Jenis dan Beberapa Contohnya
Kebutuhan primer adalah segala hal pokok yang dibutuhkan untuk memastikan kelangsungan hidup seseorang. Mari cari tahu jenis dan contohnya di sini.
