Small Business: Ciri-Ciri, Contoh, Hingga Tips Membangunnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Wirausaha

11 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Small business adalah usaha berskala kecil yang dijalankan oleh individu, perseorangan, atau kelompok dengan modal relatif minim.

Dalam lanskap bisnis modern, small business merupakan usaha ekonomi produktif yang bukan anak atau cabang dari bisnis menengah maupun besar.

Bisnis tersebut digambarkan memiliki struktur organisasi sederhana yang berfokus spesifik pada pelayanan lokal serta produksi barang tertentu.

Artikel ini akan mengulas lebih lanjut mengenai small business (usaha kecil). Jadi, jangan lewatkan pembahasannya di artikel berikut.

Definisi Small Business

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, small business adalah usaha yang berdiri sendiri (kepemilikan tunggal).

Artinya, usaha ini bukanlah merupakan cabang, bagian, atau bahkan afiliasi dari suatu bisnis yang mempunyai skala lebih besar.

Umumnya, jumlah pekerja, penghasilan, serta biaya operasional small business pun relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan usaha menengah atau besar.

Lalu, pemiliknya bisa berupa perorangan, koperasi, atau badan usaha. Menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995, usaha dengan kategori small business, yaitu:

  • Memiliki karyawan paling banyak berjumlah 50 orang.
  • Kekayaan bersihnya maksimal sebesar Rp200.000.000.
  • Jumlah penjualannya paling banyak senilai Rp1.000.000.000.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa jika perhitungan usahanya melebihi angka tersebut maka tidak dapat diklasifikasikan sebagai small business.

Namun, perlu diketahui bahwa angka pada indikator tersebut bisa berbeda-beda pada setiap negara. Jadi, tidak dapat menjadi acuan tunggal secara universal.

Ciri-Ciri Small Business

Secara umum, small business mempunyai karakteristik tertentu yang dapat diamati dengan saksama. Adapun ciri-ciri small business adalah sebagai berikut.

  • Usahanya dimiliki dan dioperasikan oleh perseorangan dengan keterlibatan langsung pemilik dalam kegiatan operasional harian.
  • Sebagian besar hanya menyasar ke konsumen/pelanggan lokal, kecuali jika sudah go digital.
  • Mudah berubah karena menyesuaikan dengan kondisi lingkungan bisnis.
  • Jumlah karyawan tidak banyak dan rata-rata diambil dari masyarakat lokal.
  • Modal awal bersumber dari pribadi atau kredit kecil.
  • Sistem akuntansi tergolong sederhana dan kerap kali tidak ada pemisahan yang jelas antara kekayaan milik perusahaan dengan pribadi.
  • Kurang mampu bersaing di pasar besar karena modal dan sumber daya manusia yang cenderung minim.
  • Struktur organisasi tidak formal, sederhana, dan fungsi bisnis belum terbagi secara jelas.

Peranan Small Business dalam Perekonomian

Walaupun memiliki skala relatif kecil, peranan small business dalam perekonomian sangatlah penting. Berikut ini merupakan beberapa peran penting small business.

1. Memenuhi Permintaan Lokal

Small business berperan sebagai pemenuh permintaan lokal sehingga masyarakat tidak harus pergi ke pusat perbelanjaan besar untuk membeli hal-hal kecil.

Di samping itu, terkadang tidak semua hal yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat dapat disediakan perusahaan berskala besar.

Bahkan, layanan pesan antar secara daring yang kini semakin populer juga dapat berkembang berkat kontribusi dari small business.

2. Membuka Kesempatan Kerja Baru

Small business menjadi solusi untuk mengurangi tingginya angka pengangguran. Sebab, usaha yang semakin berkembang akan membutuhkan tenaga kerja memadai demi menjaga kontinuitas. Hal ini yang kemudian membuka lowongan pekerjaan baru bagi masyarakat.

3. Mendorong Kemajuan Ekonomi Lokal

Small business bisa menciptakan suatu jaringan lokal yang saling menguntungkan. Pasalnya, pelaku usaha akan cenderung mempekerjakan penduduk setempat dan memakai bahan baku lokal sehingga uang tetap beredar di lingkungan yang sama.

Baca juga: 5 Bisnis Online Terbaru di Tahun 2025

Keuntungan Small Business

Menjalankan small business dapat mendatangkan keuntungan. Adapun berbagai keuntungan small business adalah sebagai berikut.

  • Cenderung fleksibel dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar.
  • Pemilik menerima seluruh keuntungan bisnis secara langsung.
  • Pemilik dapat membuat keputusan langsung tanpa birokrasi panjang karena struktur bisnis yang lebih ramping.
  • Pemilik bisa melakukan manajemen bisnis secara mandiri, lebih leluasa, dan bebas waktu.
  • Memungkinkan pelayanan personal pada konsumen sehingga dapat membangun kepercayaan dengan lebih mudah.
  • Biaya awal serta operasional relatif lebih hemat daripada bisnis besar. Pajak pun mungkin lebih ringan.

Kekurangan Small Business

Di balik keuntungan potensial, small business juga menyimpan kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut ini merupakan beberapa kekurangannya.

  • Sumber modal lebih terbatas karena berasal dari internal atau pinjaman kecil.
  • Keterbatasan sumber daya manusia.
  • Sulit dalam investasi teknologi dan penyusunan strategi pemasaran yang luas.
  • Manajemen kurang maksimal karena pemilik harus menguasai seluruh aspek bisnis, mulai dari pemasaran, keuangan, dan lain-lain yang berisiko kewalahan, terutama jika tidak ahli di bidangnya.
  • Sulit bersaing dengan harga yang terjangkau karena tidak dapat mencapai efisiensi skala besar.
  • Pemasukan tidak stabil dan cenderung bergantung pada performa bisnis.
  • Aset milik pribadi berisiko dipertaruhkan untuk menutupi kewajiban bisnis, terutama bagi usaha perseorangan.

Contoh Small Business

Contoh small business sangatlah beragam. Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa contohnya secara umum.

  • Kuliner dan Makanan: Berupa katering rumahan, cloud kitchen, warung kopi, jualan camilan atau kue kering homemade, serta usaha minuman dan makanan kekinian.
  • Toko Fisik dan Barang: Misalnya, toko sembako, thrift shop, toko baju, sepatu, toko buku, alat tulis, toko tanaman hias, dan lain sebagainya.
  • Jasa: Seperti, laundry kiloan, layanan makeup, perawatan hewan, percetakan (ketik, print, serta jilid), jasa titip, reseller, dropshipper, desain grafis, kursus online, dan lain-lain.
  • Kreatif dan Digital: Meliputi, produk kerajinan tangan atau DIY, review produk untuk UMKM, content creator, influencer, affiliate marketing, pembuatan hampers, dan lain sebagainya.

Baca juga: Bisnis Digital: Definisi, Manfaat, Contoh, & Peluang di 2025

Tips Membangun Small Business

Saat hendak memulai usaha berskala kecil, kamu perlu memperhatikan dan menyiapkan berbagai hal untuk memastikan kelancarannya. Adapun tips membangun small business adalah sebagai berikut.

  • Temukan ide bisnis sesuai minat dan passion.
  • Lakukan riset untuk menentukan target konsumen terlebih dahulu secara tepat.
  • Susun rencana bisnis dengan detail, mulai dari tujuan, strategi pemasaran, pengaturan keuangan, dan lain sebagainya.
  • Pelajari dan manfaatkan teknologi digital untuk menunjang kelangsungan bisnis.
  • Mengelola finansial dengan bijaksana agar pertumbuhan bisnis lebih stabil.
  • Berkonsultasi dengan pelaku usaha berpengalaman atau ahli profesional.
  • Menjaga kualitas produk dan layanan.

Demikian penjelasan seputar small business, mencakup ciri-ciri, peranan penting, keuntungan, kekurangan, contoh, hingga tips membangunnya.

Melalui informasi di atas, kamu lebih memahami bahwa small business adalah manifestasi dari semangat kewirausahaan yang kehadirannya memiliki peranan penting.

Potensi small business yang menjanjikan ini tidak bisa dinafikan begitu saja dan hal ini sering kali memerlukan dukungan finansial secara tepat.

Untuk mewujudkan small business yang tetap kompetitif dan berkembang, kamu dapat mempertimbangkan Pinjaman Usaha dari Pegadaian sebagai solusi pembiayaan.

Produk ini memungkinkan kamu mendapatkan kebutuhan dana dengan jaminan BPKB kendaraan. Kunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat untuk mengajukan transaksinya.

Dana pinjaman bisa diterima setelah seluruh tahap selesai. Lalu, akan dilakukan kegiatan pendampingan terhadap nasabah selama masa kredit berlangsung.

Pinjaman Usaha juga menerapkan cicilan per bulan tetap yang dapat dilunasi oleh nasabah sesuai tanggal jatuh tempo. Menarik sekali, bukan?

Jadi, jangan ragu untuk segera mengajukan Pinjaman Usaha di Pegadaian dan dapatkan kebutuhan dana tambahan dalam rangka pengembangan usaha!

Baca juga: Mengenal Bisnis Autopilot, Keunggulan, Hingga Contohnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved