11 Investasi Terbaik 2026, Cocok Menjadi Opsi Bagi Investor!

Lanskap investasi 2026 diprediksi menawarkan prospek lebih matang dan cerah karena dipicu oleh pertumbuhan ekonomi makro serta perbaikan sentimen global yang solid.
Hal ini menyuguhkan berbagai peluang investasi yang menarik dan menjanjikan bagi para investor, baik konservatif, moderat, maupun agresif.
Lantas, investasi apa yang bagus saat ini? Mari bahas lebih lanjut terkait instrumen investasi terbaik 2026 dan strateginya yang efektif di artikel ini.
Faktor yang Memengaruhi Keuntungan Investasi
Ketika hendak berinvestasi, penting untuk mempertimbangkan pemilihan instrumen yang tepat. Namun sebelum itu, investor juga perlu memahami faktor yang dapat memengaruhi potensi keuntungan dari aktivitas tersebut pada 2026 nanti, yaitu sebagai berikut.
1. Profil Risiko
Toleransi terhadap risiko investasi pada setiap investor berbeda. Biasanya, instrumen dengan return tinggi memiliki potensi risiko besar. Bagi pemula, sebaiknya mulai berinvestasi ke instrumen berisiko rendah hingga menengah.
2. Kebijakan Suku Bunga
Ketika suku bunga mengalami penurunan, investor cenderung tertarik dengan aset agresif, seperti saham. Sebaliknya, investor akan beralih ke instrumen yang low risk saat suku bunga acuan naik.
3. Perkembangan Teknologi
Digital dan teknologi menjadi sektor yang terus mengalami perkembangan signifikan. Situasi ini mendorong perusahaan-perusahaan di sektor tersebut memberikan return lebih tinggi walaupun diiringi dengan risiko yang besar.
4. Kondisi Ekonomi Makro
Prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia diprediksi stabil, yaitu kisaran 5-5,3%. Ini menjadi fondasi positif bagi berbagai produk investasi. Selain itu, laju inflasi yang terkontrol membuat daya beli masyarakat tetap terjaga.
5. Kondisi Geopolitik Global
Konflik/ketegangan antarnegara menciptakan ketidakpastian yang memicu fluktuasi pasar, perubahan arus modal global, dan gangguan rantai pasok.
Kondisi ini mendorong investor menarik modal dari negara berkembang (capital outflow) dan beralih ke aset tidak berisiko tinggi sehingga memengaruhi imbal hasil portofolio investasi.
Pilihan Instrumen Investasi Terbaik 2026
Peta peluang investasi 2026 bergerak ke arah yang semakin terstruktur. Pasalnya, fondasi perekonomian nasional tampak cukup sulit.
Inflasi 2026 pun diprediksi terkontrol di kisaran 2,5±1%. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi bank sentral untuk memastikan suku bunganya tetap berada pada tingkat moderat.
Dengan demikian, dapat menciptakan iklim kondusif bagi para investor. Di momen ini, investor mulai mencari instrumen investasi terbaik 2026 yang relevan dengan kondisi pasar.
Terdapat beberapa yang dapat dijadikan sebagai pilihan potensial. Berikut ini penjelasannya.
1. Emas
Emas merupakan aset safe haven karena nilainya stabil dan cenderung meningkat ketika kondisi politik, ekonomi global, atau pasar modal sedang tidak pasti.
Tren harga emas dalam 10 tahun terakhir terus menunjukkan hasil yang positif dan diproyeksikan akan mengalami kenaikan pada 2026.
Emas termasuk pilihan aset ideal bagi investor konservatif yang memprioritaskan lindung nilai dan keamanan modal (capital preservation) daripada keuntungan spekulatif tinggi.
Pasalnya, instrumen tersebut menawarkan tingkat likuiditas tinggi, stabilitas hasil jangka panjang, serta harga yang cenderung meningkat.
Inilah mengapa tidak heran jika investor menggunakannya untuk diversifikasi sehingga portofolio terlindungi dari risiko drawdown (kerugian besar) saat pasar mulai terguncang.
Apalagi, emas tidak sulit untuk diakses. Tidak hanya fisik, investor bisa melakukan investasi emas secara digital, salah satunya di produk Tabungan Emas dari Pegadaian.
Menabung emas tidak harus mahal. Sebagai investor, kamu dapat mulai dari nominal yang kecil, yaitu minimal Rp10 ribuan saja.
2. Saham
Saham masih menjadi opsi teratas investasi terbaik 2026. Aset ini memiliki likuiditas tinggi serta peluang pertumbuhan yang signifikan/besar.
Saham Indonesia termasuk yang bisa dipertimbangkan karena pertumbuhan ekonomi domestik cenderung kuat serta didukung sektor teknologi dan energi terbarukan.
Lalu, ada saham Amerika yang diproyeksikan memiliki optimisme kuat karena dominasi sektor AI dan teknologi dengan fokus pada growth stock yang memungkinkan investor memperoleh capital gain signifikan.
Baca juga: Investasi Jangka Panjang: Jenis, Manfaat, dan Pilihan Terbaik di Pegadaian
3. Obligasi dan Surat Berharga Negara
Jika kamu mengutamakan hasil investasi yang profitable, maka obligasi dan Surat Berharga Negara (SBN), seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) dapat menjadi jawabannya.
Risiko obligasi pemerintah relatif rendah dan menawarkan imbal hasil yang diprediksi tetap atraktif daripada rata-rata historisnya, terutama di tengah ekspektasi penurunan suku bunga.
Ini didukung oleh terjaganya kebijakan fiskal dan kredibilitas negara sehingga cocok sebagai penyeimbang portofolio karena bisa memberikan stabilitas cash flow di tengah fluktuasi pasar saham maupun aset digital.
4. Aset Crypto
Masih bingung investasi apa yang bagus saat ini? Cobalah pertimbangkan aset crypto sebagai aset pilihan karena regulasinya matang dan adopsi institusionalnya semakin luas.
Alhasil, dapat mendorong kestabilan pasar. Walaupun cukup volatil, diversifikasi investasi dalam aset crypto berpotensi meminimalkan risiko sambil meraup profit dari bull market.
Potensi pertumbuhan aset crypto yang tinggi cenderung didorong oleh inovasi, seperti DeFi (Decentralized Finance) dan NFT (Non-Fungible Token).
5. Reksa Dana
Bagi kamu yang menginginkan manajemen profesional dengan risiko investasi tersebar, maka reksa dana cocok sebagai opsi investasi terbaik 2026.
Di Indonesia, reksa dana saham serta reksa dana campuran diperkirakan dapat memberikan imbal hasil lebih dari 8% karena adanya pemulihan pasar.
Investasi reksa dana dapat dimulai dengan modal minim. Investor bisa menerapkan diversifikasi built-in untuk strategi jangka menengah hingga panjang.
6. Perak
Selain emas, perak juga dinilai bisa menjadi instrumen investasi terbaik 2026 berkat transisi energi hijau yang berfokus pada logam langka serta energi terbarukan.
Permintaan kendaraan listrik (EV) dan panel surya yang meningkat sementara persediaan terbatas membuat harga perak diperkirakan mengalami kenaikan.
Investor dapat mulai berinvestasi perak dalam bentuk fisik maupun digital dan menjadikannya sebagai hedging portofolio untuk memitigasi risiko geopolitik.
7. Exchange Traded Fund
Secara umum, cara kerja produk ini serupa dengan reksa dana. Hanya saja, transaksi jual belinya dilakukan di bursa selayaknya saham.
Exchange Traded Fund (ETF) berisi sekumpulan aset, seperti obligasi, saham, atau komoditas. Produk ini relevan untuk strategi diversifikasi instan dengan biaya rendah.
Pasalnya, ETF mengikuti indeks global, seperti S&P 500. Aset ini menawarkan stabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi dengan prediksi pengembalian 8-12%.
8. Deposito Syariah
Deposito syariah sesuai bagi investor yang memprioritaskan keamanan sekaligus kestabilan dibandingkan potensi pertumbuhan agresif karena imbal hasilnya cenderung tetap.
Jadi, cocok untuk dana darurat jangka menengah. Dalam prosesnya, deposito syariah jauh dari unsur riba karena menerapkan prinsip bagi hasil dan diawasi oleh badan syariah terkait.
9. Properti
Properti menjadi salah satu investasi teratas pilihan investor pada 2026. Bukan tanpa alasan, aset ini menawarkan passive income dari sewa dan stabilitas nilai jangka panjang.
Di samping itu, tingginya permintaan masyarakat akan tempat tinggal, ruang komersial berbasis digital, dan co-living semakin mendukung potensi pertumbuhannya.
10. Energi Terbarukan dan Teknologi Hijau
Pada 2026, energi terbarukan dan teknologi hijau termasuk sektor yang diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pesat berkat komitmen global menuju emisi nol bersih.
Investasi energi terbarukan dan teknologi hijau menawarkan kombinasi antara potensi pertumbuhan yang tinggi sekaligus berkesinambungan.
Terlebih, regulasi dan insentif pemerintah sangat mendukung aktivitas investasi pada bioenergi, tenaga surya, angin, serta infrastruktur kendaraan listrik.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa prospek jangka panjang bagi perusahaan yang beroperasi di bidang baterai, panel surya, serta ekosistem kendaraan listrik sangat kuat.
11. Teknologi Kecerdasan Buatan
Penggerak utama pertumbuhan ekonomi global sangat beragam, salah satunya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Adopsi AI yang melonjak ini tidak bersifat sementara. Artinya, akan terus berlanjut hingga melewati tahun 2026 sehingga dinilai sebagai pilar penting dalam investasi.
Didukung neraca keuangan yang solid, perusahaan di bidang pengembangan AI, analitik data, komputasi awan, serta otomatisasi bisnis diprediksi memiliki potensi return signifikan.
Baca juga: 4 Contoh Investasi Jangka Pendek Beserta Keuntungannya
Strategi Investasi 2026
Mengingat peluang keuntungan investasi di tahun 2026 cenderung signifikan, para investor perlu mempersiapkan diri secara matang.
Caranya, yaitu dengan mulai merencanakan strategi investasi 2026 yang efektif. Berikut ini yang dapat diimplementasikan.
1. Dollar-Cost Averaging (DCA)
Teknik membeli aset dalam jumlah yang tetap secara periodik dengan tanpa memperhatikan kondisi pasar. Dengan demikian, bisa memperoleh harga rata-rata lebih stabil dalam jangka panjang. Strategi ini cocok diterapkan oleh investor yang berorientasi jangka panjang.
2. Growth Investing
Lebih berfokus pada reksa dana atau saham dengan potensi pertumbuhan (penghasilan dan laba) tinggi, khususnya di bidang energi hijau, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI).
3. Dividend Growth Investing
Ideal untuk investor yang mencari keseimbangan antara pendapatan dengan pertumbuhan. Sebab, dividend growth investing fokus pada saham yang dapat meningkatkan dividen dari tahun ke tahun secara konsisten.
4. Diversifikasi Global
Kunci strategi investasi 2026 ini bisa diterapkan dengan cara menyebar aset ke berbagai sektor dan negara. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko spesifik dari satu ekonomi mengingat kondisi geopolitik sering kali tidak pasti.
5. Thematic Investing
Pendekatan ini mengikuti tren besar, seperti aging population, digitalisasi, dan sustainability. Fokusnya pun terletak pada tema makro dengan dampak jangka panjang terhadap perekonomian global.
Demikian pembahasan seputar investasi terbaik 2026, termasuk strategi dan faktor yang memengaruhi keuntungan aktivitas penanaman modal.
Melalui informasi di atas, kamu bisa memahami dinamika pasar investasi 2026 yang tidak lepas dari berbagai peluang menjanjikan.
Walaupun demikian, memilih investasi low risk dan tahan terhadap risiko volatilitas tetap menjadi langkah bijaksana yang perlu diambil.
Kamu dapat mempertimbangkan Tabungan Emas dari Pegadaian sebagai pilihan produk yang ideal dan solutif karena menawarkan pembelian awal minimal 0,01 gram saja.
Ajukan pembukaan rekening aktif langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat. Jika ingin lebih praktis, akses layanan secara online di aplikasi Tring! by Pegadaian.
Nantinya, simpanan saldo emas bisa digunakan sesuai kebutuhan. Pegadaian juga menyediakan fitur Simulasi Tabungan Emas untuk melihat estimasi pembelian emas.
Yuk, rencanakan investasi emas sekarang melalui Tabungan Emas di Pegadaian sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial di masa depan!
Baca juga: Cara Investasi Emas di Pegadaian Beserta Keuntungannya
Artikel Lainnya

Investasi
Memahami 6 Cara Beli Saham Luar Negeri & Risikonya
Cara membeli saham luar negeri dapat dilakukan dengan memilih broker internasional, analisis saham, dan setor modal. Ketahui selengkapnya di artikel ini!

Investasi
Ini 6 Tips Membayar Cicilan Sepeda Motor yang Wajib Anda Ketahui
Memiliki sepeda motor pun mudah saja, tidak terkecuali bagi Anda yang belum mempunyai cukup dana. Nah, sebelum memutuskan untuk mengambil angsuran, tips membayar cicilan sepeda motor berikut mungkin bisa sedikit membantu.

Investasi
Tren Investasi di Tahun 2021. Mana yang Paling Untung?
Tiap tahun, muncul tren di berbagai bidang termasuk investasi. Berikut beberapa instrumen investasi yang diprediksi jadi tren di tahun 2021
