Dana KUR: Jenis, Keunggulan, Manfaat, & Lembaga Penyedia

Kurangnya modal sering kali menjadi tembok besar yang menghalangi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.
Hal itu karena membangun bisnis berkelanjutan tidak hanya memerlukan ide kreatif, melainkan juga manajemen modal yang cerdas sekaligus efisien.
Di tengah tantangan tersebut, dana KUR hadir dengan angin segar yang menawarkan akses pembiayaan tanpa terbebani bunga pinjaman tinggi berkat subsidi pemerintah.
Dengan plafon yang beragam, mulai dari skala super mikro hingga kecil, KUR memberikan fleksibilitas bagi setiap tahapan perkembangan usaha masyarakat.
Mari bahas lebih lanjut mengenai jenis, manfaat, hingga lembaga penyedia dana KUR di artikel berikut. Simak sampai akhir.
Apa Itu Dana KUR?
Dana KUR merupakan program pemerintah untuk memperluas jangkauan akses pendanaan bagi UMKM yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan skema penjaminan.
KUR (Kredit Usaha Rakyat) hadir sebagai instrumen strategis dalam memperkokoh permodalan usaha sekaligus mengakselerasi pertumbuhan sektor riil dan penguatan UMKM.
Sebagai landasan hukum untuk merealisasikan visi tersebut, pemerintah menetapkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM.
Pemerintah meluncurkan program KUR secara resmi pada 5 November 2007. Seluruh pembiayaannya bersumber dari likuiditas lembaga keuangan yang ditunjuk sebagai mitra penyalur resmi.
Dana yang dialokasikan tersebut disediakan guna memenuhi kebutuhan modal kerja maupun investasi bagi para pelaku usaha.
Target penerimanya, mencakup individu, badan usaha, hingga kelompok usaha yang mempunyai unit bisnis produktif dan layak secara ekonomi.
Meskipun usaha tersebut dinilai prospektif, fasilitas ini dikhususkan bagi mereka yang masih menghadapi kendala keterbatasan agunan tambahan atau belum memenuhi kriteria persyaratan kredit komersial.
Jenis-Jenis Dana KUR
Dana KUR terdiri atas beberapa jenis yang sesuai dengan skala usaha maupun keperluan pendanaan nasabah. Adapun jenis-jenis dana KUR adalah sebagai berikut.
1. KUR Super Mikro
Jenis KUR ini diprioritaskan untuk ibu rumah tangga dan/atau pekerja PHK yang mulai merintis usaha. Biasanya, skala usahanya sangat kecil.
Plafon pembiayaan tersedia hingga Rp10 juta per penerima. KUR Super Mikro tidak menetapkan syarat minimal lama usaha.
Hanya saja, diwajibkan mengikuti pelatihan atau pendampingan usaha bagi calon penerima yang belum mempunyai usaha selama 6 bulan lamanya.
2. KUR Mikro
KUR Mikro bertujuan untuk memudahkan usaha mikro mengakses KUR. Plafon yang ditawarkan, mulai dari Rp10-Rp100 juta per penerima.
Masa tenornya maksimal 36 bulan (modal kerja) sampai 60 bulan (kebutuhan investasi). Skema pemerolehan KUR Mikro tidak mewajibkan agunan tambahan.
3. KUR Kecil
Fasilitas jenis ini ditujukan kepada pelaku usaha dengan kategori bisnis produktif dan memenuhi standar kelayakan kredit. Besaran plafon pinjaman yang ditawarkan, yaitu di atas Rp50-Rp500 juta.
Fase ini berfokus pada penguatan kapasitas usaha mikro agar mampu melakukan eskalasi bisnis guna mencapai transformasi menjadi entitas usaha berskala kecil dan menengah. Berikut ini beberapa syaratnya.
- Individu maupun badan usaha dengan rekam jejak usaha produktif dan prospek yang layak dikembangkan.
- Usaha mikro, kecil, dan menengah.
- Memiliki usaha aktif minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima kredit dari lembaga keuangan, kecuali kredit konsumtif (KKB, KPR, dan kartu kredit).
- Memenuhi syarat administratif, seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, serta surat izin usaha.
- Termasuk kelompok usaha, seperti Gabungan Kelompok Tani dan Nelayan (Gapoktan), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), maupun yang lainnya.
4. KUR Khusus
Skema KUR Khusus menyasar kelompok usaha yang dikelola secara kolektif melalui sistem klaster dengan melibatkan mitra usaha sebagai pendamping.
Pembiayan ini difokuskan pada pengembangan komoditas, seperti sektor perkebunan, perikanan rakyat, peternakan, industri UMKM, dan bidang produktif potensial lainnya.
Penawaran maksimal plafon kreditnya, yakni Rp500 juta per individu dalam kelompok. Sementara itu, suku bunganya adalah 6% efektif per tahun. Namun, ini masih bisa disesuaikan dengan suku bunga atau anuitas yang setara.
Baca juga: 4 Syarat Mendirikan Usaha Kecil Mikro (UKM) yang Wajib Anda Ketahui
Keunggulan Dana KUR
KUR termasuk layanan keuangan yang menjadi pilihan masyarakat. Bukan tanpa alasan, ada beberapa keunggulan yang bisa didapatkan, di antaranya:
1. Bunga Kredit Lebih Rendah
KUR memiliki sistem bunga pinjaman relatif lebih ringan sehingga pembayarannya pun lebih terjangkau daripada kredit komersial atau alternatif kredit nonbank.
Hal ini bagus untuk membantu UMKM menjaga stabilitas dan kesehatan arus kasnya. Jadi, bisa lebih berfokus pada pengembangan usaha.
2. Jangka Waktu Pelunasan Lebih Panjang
Program KUR menawarkan masa tenor pelunasan lebih lapang. Dengan demikian, terdapat fleksibilitas waktu untuk melunasi pinjaman. Ini bisa membantu mengurangi risiko kredit macet saat pemasukan usaha belum stabil.
3. Plafon yang Memadai
Limit pembiayaan yang disediakan KUR cukup besar. Alhasil, memungkinkan penerimanya untuk meningkatkan produksi hingga mengembangkan kapasitas operasional tanpa harus mengajukan kredit ulang.
4. Kemudahan Prosedur dan Syarat
Pengajuan KUR cenderung mudah karena memiliki syarat yang lebih ringan. Sebab, memang ditujukan bagi pelaku UMKM yang belum memenuhi syarat kredit konvensional.
Hal tersebut membuka kesempatan bagi banyak pelaku UMKM untuk memperoleh akses pembiayaan formal tanpa jaminan.
Manfaat Dana KUR Bagi UMKM
Program KUR bukanlah sekadar bantuan finansial, tetapi upaya penguatan fundamental ekonomi dengan tujuan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Dengan dana KUR, pelaku UMKM dapat menambah kapasitas produksi, variasi produk, dan mengoptimalkan kualitas layanan sehingga usahanya pun berkembang pesat.
Saat usaha telah bertumbuh, maka pendapatan pun turut meningkat. Ini akan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Efek domino positifnya nanti diprediksi sangat signifikan karena mendorong kenaikan taraf hidup, memacu pemberdayaan masyarakat, memperkuat daya beli, dan lain sebagainya.
Tidak hanya pinjaman modal kerja, penerima KUR pun memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan profesionalisme, seperti pelatihan dan pendampingan terkait:
- Manajemen usaha.
- Literasi keuangan.
- Digitalisasi.
- Manajemen risiko
Baca juga: Kredit Mikro: Pengertian, Syarat, Manfaat, Hingga Contohnya
Lembaga Penyedia Dana KUR
Umumnya, terdapat banyak lembaga keuangan yang menyediakan program KUR, salah satunya Pegadaian melalui produk KUR Syariah.
Pembiayaan ini diberikan untuk memenuhi keperluan modal usaha, seperti pembelian barang dagangan/stok, perlengkapan, dan lain sebagainya.
Sesuai namanya, KUR Syariah dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah dan sesuai fatwa DSN-MUI sehingga tidak menerapkan agunan maupun biaya administrasi.
Mu’nahnya terjangkau dengan proses pencairan yang cepat. Nasabah dapat mengajukan transaksi di kantor cabang Pegadaian terdekat.
Agar prosesnya berjalan tanpa kendala, sebaiknya lengkapi seluruh persyaratan yang ditetapkan, antara lain:
- KTP, KK, dan surat nikah (bagi yang sudah menikah).
- Surat Keterangan Domisili (apabila alamat berbeda dengan KTP).
- Mempunyai rumah tinggal tetap (dibuktikan dengan SHM/SHGB atau PBB).
- NIB (Nomor Induk Berusaha), Surat Keterangan Izin Usaha, Izin Usaha Mikro Kecil, dan Surat Izin Usaha Perdagangan yang didapatkan dari pejabat berwenang.
- Salinan rekening telepon/air/listrik, dan dokumen pendukung lainnya.
Bagaimana, tertarik untuk bertransaksi? Yuk, mulai langkah besar untuk berwirausaha dengan dukungan finansial dari KUR Syariah Pegadaian sekarang!
Baca juga: Fitur Layanan Kredit Cepat dan Aman Sebagai Solusi Pendanaan yang Fleksibel
Artikel Lainnya

Keuangan
6 Kebiasaan yang Dimiliki oleh Orang Kaya
Berikut adalah 6 kebiasaan orang kaya yang patut Anda contoh agar bisa memperoleh kesempatan untuk menjadi orang kaya selanjutnya.

Keuangan
Biaya Lahiran Normal di Bidan & Pemeriksaan Setelahnya
Proses melahirkan perlu ditangani secara tepat. Selain dokter kandungan, bidan bisa menjadi pilihan. Yuk, cari tahu biaya lahiran normal di bidan di sini!

Keuangan
Mengenal Produk Keuangan: Jenis, Manfaat, dan Contohnya
Pelajari produk keuangan, jenis, manfaat, serta perbedaan produk keuangan syariah dan konvensional selengkapnya pada artikel ini!
