Jatuh Tempo: Jenis, Fungsi, Contoh, Tips, dan Risikonya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

13 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Jatuh tempo adalah batas waktu saat suatu kewajiban finansial harus diselesaikan. Istilah ini berperan krusial sebagai penanda dalam siklus keuangan dan operasional.

Dengan kata lain, jatuh tempo lebih dari sekadar angka di kalender. Konsep jatuh tempo dapat diterapkan dalam berbagai konteks, baik finansial, kredit, hingga investasi.

Inilah mengapa memahaminya dinilai penting bagi siapa saja. Artikel ini akan menguraikan lebih dalam mengenai hal tersebut. Jadi, simak penjelasan di bawah ini sampai akhir.

Apa Itu Jatuh Tempo?

Jatuh tempo adalah tanggal yang telah ditentukan sebagai batas akhir untuk memenuhi transaksi. Implikasi konsep ini sangat luas dalam berbagai aspek finansial.

Dalam konteks kredit, jatuh tempo mengacu pada tanda batas waktu (due date) pembayaran utang yang harus dilunasi oleh debitur kepada kreditur.

Sementara itu, jatuh tempo pada ranah investasi mengindikasikan waktu ketika suatu instrumen, seperti deposito atau obligasi telah mencapai akhir masa berlakunya.

Alhasil, penerbit dari instrumen investasi tersebut memiliki kewajiban untuk mengembalikan nilai pokok investasi kepada para investor.

Dari sisi makroekonomi, profil jatuh tempo dari beragam instrumen keuangan menjadi bahan pertimbangan bank sentral serta policymaker untuk merumuskan kebijakan fiskal dan moneter.

Pada industri asuransi, jatuh tempo erat kaitannya dengan berakhirnya periode perlindungan atau masa ketika manfaat tertentu menjadi tersedia.

Maka dari itu, tidak heran jika contoh penerapan jatuh tempo pun sangat bervariasi. Mari mengambil contoh pada tagihan pembayaran kartu kredit.

Umumnya, jatuh tempo pembayaran kartu kredit, yaitu 15 hari setelah tanggal cetak. Jika tanggal cetaknya pada 10 Februari, berarti batas akhirnya adalah 25 Februari.

Tanggal cetak dalam hal ini artinya bahwa keseluruhan transaksi yang dilakukan setelah tanggal 10 di bulan berjalan saat ini akan dicatat pada tanggal 10 bulan berikutnya.

Jenis Jatuh Tempo

Secara umum, jenis jatuh tempo sangat beragam bergantung pada konteks atau kategorinya. Beberapa di antaranya yang sering kali ditemui, yaitu:

1. Berdasarkan Durasi

Kategori ini merujuk pada klasifikasi waktu yang diperlukan hingga kewajiban harus dibayarkan. Adapun yang termasuk dalam jenis jatuh tempo ini adalah sebagai berikut.

  • Jangka Pendek: Batas akhir yang berlaku untuk kurun waktu antara 1-3 tahun. Contohnya, yaitu surat berharga jangka pendek, tagihan kartu kredit, dan pinjaman personal jangka pendek.
  • Jangka Menengah: Batas waktu pembayaran yang berlaku untuk periode selama 3-10 tahun, seperti obligasi korporasi jangka menengah, kredit kendaraan bermotor (KKB), dan pinjaman bisnis jangka menengah.
  • Jangka Panjang: Jenis jatuh tempo ini biasanya lebih dari 10 tahun, bahkan mencapai 30 tahun. Contohnya, mencakup pinjaman infrastruktur, kredit pemilikan rumah (KPR), dan obligasi pemerintah jangka panjang.

2. Berdasarkan Objek Pembayaran

Klasifikasi jatuh tempo ini menunjukkan jenis pembayaran yang harus dilakukan. Adapun yang masuk ke dalam kategori ini, antara lain:

  • Jatuh Tempo Pembayaran Rutin: Tenggat waktu untuk melunasi tagihan sehari-hari, mulai dari biaya air, listrik, TV kabel, internet, sewa, dan kartu kredit.
  • Jatuh Tempo Pinjaman: Tanggal terakhir bagi debitur membayar kewajiban angsuran, misalnya pinjaman bisnis, cicilan kendaraan (mobil atau motor), pinjaman pribadi, dan KPR.
  • Jatuh Tempo Pajak: Batas akhir untuk menyetor dan melaporkan kewajiban pajak.
  • Jatuh Tempo Investasi: Waktu ketika pokok investasi harus dikembalikan.

Baca juga: Cara Membayar Tagihan dengan Mudah

Fungsi Jatuh Tempo

Fungsi jatuh tempo bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban tepat waktu. Konsep ini justru menyimpan dampak jangka panjang bagi aspek finansial kamu. Adapun beberapa fungsi jatuh tempo adalah sebagai berikut.

1. Manajemen Cash Flow

Memahami jatuh tempo memungkinkan kamu memperkirakan pengeluaran secara tepat. Hal ini penting, terutama kalau kamu mempunyai banyak tagihan yang harus dibayar.

Misalnya, kamu menerima gaji setiap tanggal 25 dan jatuh tempo kredit ada di tanggal 10. Artinya, kamu perlu mengatur cash flow harian dan bulanan sebaik mungkin.

Dengan demikian, kamu dapat memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban finansial tersebut secara tepat waktu.

2. Memberi Kepastian dalam Investasi

Selanjutnya, jatuh tempo berfungsi untuk memberikan kepastian dalam investasi. Bagi investor yang berinvestasi deposito atau obligasi, mereka akan menerima pengembalian modal beserta bunga ketika jatuh tempo tiba.

Konsep ini pun bisa menjadi faktor kunci dalam strategi investasi. Dalam hal ini, investor perlu memperhatikan jatuh tempo instrumennya untuk memastikan bahwa portofolio mereka sejalan dengan tujuan finansial jangka pendek maupun panjang.

3. Menghindari Biaya Tambahan

Fungsi jatuh tempo lainnya, yaitu menghindari biaya tambahan. Pasalnya, terlambat membayar tagihan dapat membuat biaya semakin membengkak akibat pengenaan denda.

Pada kartu kredit, bunga keterlambatan yang dikenakan bisa 2-3% dari keseluruhan jumlah tagihan. Ini berpotensi menjadi beban finansial tidak terduga yang sebenarnya tidak perlu.

Jika kamu bertanya terkait bayar pas jatuh tempo apakah kena denda, maka jawabannya adalah tidak. Jatuh tempo adalah batas akhir pembayaran sebelum dikenakan sanksi.

4. Mempertahankan Kesehatan Skor Kredit

Dengan memperhatikan jatuh tempo pembayaran tagihan, kamu berkesempatan untuk menjaga reputasi dan skor kredit tetap sehat.

Pasalnya, keterlambatan membayar bisa menyebabkan kredit macet. Ini sejalan dengan catatan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada kuartal 2 tahun 2023.

Diketahui bahwa penyebab utama tingkat kredit macet perbankan di Indonesia sebanyak 2,44% adalah karena keterlambatan bayar jatuh tempo.

Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri membayar tepat waktu agar skor kredit tetap tinggi sehingga peluang pengajuan pinjaman di kemudian hari lebih besar.

Baca juga: Cara Cek Jatuh Tempo di Pegadaian Digital, Cepat & Praktis!

Risiko Melewati Jatuh Tempo

Walaupun tampak sepele, pembayaran yang dilakukan setelah jatuh tempo justru dapat menimbulkan efek negatif jangka panjang.

Seperti yang telah disinggung, kamu akan dikenakan biaya denda. Skor kredit pun menjadi lebih buruk sehingga menurunkan peluang pengajuan kredit di masa depan.

Selain itu, terlambat membayar bisa membuat tagihan menumpuk. Akibatnya, arus kas finansial terganggu. Bahkan, layanan internet, listrik, air, dan lainnya berpotensi dihentikan.

Seiring waktu, masalah keuangan ini menjadi sumber gangguan psikologis, seperti rasa cemas dan stres karena dikejar tagihan yang belum terbayarkan.

Tips Membayar Tagihan Sebelum Jatuh Tempo

Untuk menghindari risiko melewati jatuh tempo, maka pastikan memenuhi pembayaran tepat waktu. Adapun tips membayar tagihan sebelum jatuh tempo adalah sebagai berikut.

  • Catat setiap tanggal jatuh tempo di buku, kalender, atau ponsel.
  • Buat pengingat khusus di ponsel.
  • Rutin memeriksa email agar tidak terlewat atau lupa karena beberapa provider atau lembaga keuangan akan memberikan notifikasi beberapa sebelum jatuh tempo.
  • Manfaatkan fitur autodebet yang akan memotong saldo rekening otomatis untuk membayar tagihan.
  • Sisihkan uang secara khusus untuk pembayaran tagihan sejak awal bulan.

Demikian pemaparan informasi seputar pengertian, jenis, fungsi, contoh penerapan, risiko, dan tips membayar tagihan sebelum jatuh tempo.

Menurut penjelasan di atas, bisa dipahami dengan jelas bahwa jatuh tempo adalah tentang disiplin waktu dalam menyelesaikan kewajiban finansial.

Mempelajarinya dapat menjadi kunci manajemen keuangan yang bijaksana. Pasalnya, jatuh tempo kerap kali menjadi momen menegangkan yang membatasi fleksibilitas finansial.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menyiapkan solusi cadangan. Salah satu yang patut menjadi pertimbangan, yaitu Gadai Emas dari Pegadaian.

Cukup ajukan permohonan di kantor cabang Pegadaian terdekat dengan menyerahkan barang emas, berupa emas batangan, perhiasan, atau berlian sebagai agunan.

Nantinya, dana kredit akan diterima nasabah secara tunai atau transfer. Kamu dapat mencicil pinjaman sewaktu-waktu dan melakukan perpanjangan selama berkali-kali.

Pegadaian juga menyediakan fitur Simulasi Gadai Emas untuk menghitung perkiraan maksimal uang pinjaman yang mungkin diterima.

Bagaimana, tertarik untuk bertransaksi? Segera dapatkan dana cepat untuk memenuhi berbagai kebutuhan dengan Gadai Emas di Pegadaian!

Baca juga: Contoh Invoice Tagihan Jasa Proyek dan Penjelasannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved