10 Cara Memulai Investasi yang Mudah & Cepat Potensi Cuan!

Investasi menjadi upaya menarik yang ditempuh sebagian besar orang untuk mewujudkan kebebasan finansial di usia muda demi masa depan lebih cerah.
Hanya saja, tidak banyak yang memahami bagaimana cara memulai investasi. Terlebih, dunia investasi dapat dikatakan cenderung kompleks.
Namun, jangan khawatir karena artikel ini akan memaparkan informasi lebih lanjut mengenai cara berinvestasi, terutama bagi investor pemula. Yuk, simak sampai akhir.
Cara Memulai Investasi
Pada dasarnya, investasi memiliki tujuan utama untuk memperoleh keuntungan. Skema investasi cukup beragam dan memiliki risiko yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan dan strategi yang matang agar terhindar dari kerugian. Kamu dapat menerapkan beberapa cara memulai investasi berikut ini.
1. Pahami Konsep Dasar Investasi
Sebelum mulai menanam modal, sebaiknya pahami terlebih dahulu mengenai konsep dasar investasi, mencakup risiko dan pengembaliannya (return).
Risiko investasi merupakan kemungkinan hilangnya sebagian atau keseluruhan dana/modal yang dialokasikan pada instrumen investasi.
Sementara itu, pengembalian mengacu pada profit yang diharapkan dari aktivitas investasi berupa capital gain, bunga, atau dividen.
Memahami konsep dasar investasi dapat membantu kamu dalam menentukan keputusan investasi dengan tepat serta bijaksana.
2. Tetapkan Tujuan Investasi
Selanjutnya, tetapkan tujuan investasi. Tujuan investasi bisa dalam jangka pendek, seperti untuk dana darurat, tambahan biaya pernikahan, modal bisnis, atau liburan.
Kamu pun dapat menetapkan tujuan jangka panjang untuk dana pensiun, pendidikan anak, membeli aset bernilai tinggi, sebagai passive income, dan lain sebagainya.
Ini termasuk langkah vital yang harus dilakukan agar arah, target, dan penyusunan rencana jangka waktu investasi untuk mencapainya menjadi lebih jelas.
3. Pelajari Profil Risiko
Kemudian, jangan lupa untuk mempelajari profil risiko. Pasalnya, tingkat toleransi risiko pada setiap investor tidaklah sama. Ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Pendapatan.
- Usia.
- Pengalaman investasi.
Profil risiko sendiri terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu konservatif, moderat, serta agresif. Investor konservatif umumnya lebih suka jenis investasi berisiko rendah.
Hal itu karena mereka cenderung lebih memprioritaskan terkait keamanan modal. Dengan mengenali profil risiko investasi, kamu dapat memilih instrumen dan strategi yang sesuai.
4. Riset Instrumen Investasi
Cara memulai investasi juga bisa dilakukan dengan riset instrumen. Ada beberapa instrumen investasi yang bisa dijadikan sebagai opsi, seperti:
- Saham.
- Deposito.
- Obligasi.
- Reksa dana.
- Emas.
- P2P (peer-to-peer) Lending.
- Properti.
Setiap instrumen mempunyai potensi pengembalian dan karakteristiknya masing-masing. Oleh karena itu, pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu.
Jika tingkat toleransi risikomu masih tergolong konservatif atau moderat, sebaiknya hindari instrumen investasi yang terlalu berisiko.
Baca juga: Investasi Syariah: Jenis, Manfaat, dan Cara Memulainya
5. Buka Rekening Investasi
Untuk melakukan penanaman modal, terutama di pasar modal maka kamu memerlukan rekening investasi yang dapat dibuka di lembaga keuangan.
Misalnya, kamu memilih reksa dana, maka bisa membuka rekening di perusahaan manajer investasi. Untuk instrumen saham, lakukan pembukaan rekening di perusahaan sekuritas.
Pastikan untuk membuka rekening investasi di lembaga keuangan tepercaya yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi menghindari risiko penipuan.
6. Alokasikan Dana Secara Konsisten
Cara memulai investasi berikutnya, yaitu dengan menentukan besaran dana yang akan dialokasikan. Tidak harus langsung besar, investasi bisa dimulai dengan modal kecil.
Namun, pastikan besaran dana tersebut telah sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko. Contohnya, kamu cukup menyiapkan dana minimal Rp10 ribuan saja untuk menabung emas di Pegadaian.
Lalu, alokasikan dana secara konsisten. Secara umum, metode Dollar Cost Averaging (DCA) dapat diterapkan agar jumlah yang diinvestasikan secara rutin tetap sama.
Dengan demikian, risiko investasi bisa diminimalkan tanpa perlu khawatir terkait waktu yang tepat untuk menanamkan modal.
7. Hindari FOMO
Agar tidak terjebak pada keputusan investasi impulsif, maka hindarilah FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut ketinggalan peluang yang terlihat menguntungkan.
Bagi investor pemula, disarankan untuk konsisten dan fokus mengikuti rencana serta strategi investasi yang telah dibuat alih-alih terpengaruh tren atau fluktuasi pasar jangka pendek.
8. Terapkan Strategi yang Tepat
Strategi investasi sangat beragam, seperti value investing, buy and hold, dan lain-lain. Value investing berfokus pada pencarian aset yang undervalued (di bawah nilai intrinsiknya).
Sementara itu, buy and hold lebih merujuk pada transaksi pembelian aset serta penyimpanan dalam jangka panjang tanpa terlalu memperhatikan fluktuasi berjangka pendek.
Kamu bisa menentukan strategi secara tepat berdasarkan tujuan dan profil risiko untuk memberikan fondasi yang kuat dalam meraih kesuksesan investasi.
Baca juga: Jenis Investasi Tanpa Modal Besar dan Tipsnya Bagi Pemula
9. Lakukan Diversifikasi
Saat berinvestasi, jangan tempatkan seluruh dana pada satu instrumen saja. Sebaliknya, sebarkan modal ke berbagai instrumen sebagai bentuk diversifikasi investasi.
Penerapan strategi ini bagus untuk melindungi total portofolio investasi dari volatilitas pasar sehingga meningkatkan peluang keuntungan dan meminimalkan risiko.
Tidak terbatas pada jenis investasi, langkah diversifikasi pun dapat mencakup penanaman modal ke berbagai sektor industri maupun wilayah geografis.
10. Pantau dan Evaluasi Secara Berkala
Demi memastikan bahwa investasi tetap berada di jalur yang benar, maka selalu pantau dan evaluasi kinerjanya secara berkala.
Hal ini bisa membantu investor menyusun strategi investasi sesuai situasi keuntungan pribadi maupun perubahan kondisi pasar.
Itulah beberapa cara memulai investasi. Kamu tidak harus menunggu mempunyai modal yang besar atau menjadi ahli finansial terlebih dahulu.
Mulailah melakukan investasi dari sekarang. Walaupun tidak bisa dikatakan mudah, kamu memiliki kesempatan untuk berinvestasi melalui Tabungan Emas dari Pegadaian.
Produk ini memungkinkan kamu menabung dalam bentuk gram emas digital tanpa harus repot menyiapkan tempat penyimpanan fisik atau takut nilainya tergerus inflasi.
Pasalnya, emas sendiri termasuk aset investasi yang tahan terhadap inflasi. Nilainya cenderung stabil dan mengalami peningkatan seiring waktu.
Tabungan Emas menawarkan jaminan emas 24 karat dengan pembelian minimal Rp10 ribuan. Kamu bisa menabung emas lewat Tring! by Pegadaian atau kantor cabang Pegadaian terdekat.
Nantinya, saldo yang telah terkumpul dapat dijual kembali, digadaikan, dikonversi menjadi emas batangan maupun perhiasan, ditransfer ke sesama pengguna, atau didepositokan.
Untuk mengetahui perkiraan besaran gramasi emas yang bisa dibeli, hitunglah menggunakan fitur Simulasi Tabungan Emas di Pegadaian.
Tunggu apa lagi? Yuk, mulai amankan masa depan finansial dengan menabung emas sekarang di Pegadaian!
Baca juga: Investasi Jangka Panjang: Jenis, Manfaat, dan Pilihan Terbaik di Pegadaian
Artikel Lainnya

Investasi
Real Estate: Pengertian, Jenis, dan Bedanya dengan Properti
Real estate adalah istilah untuk menyebut aset berupa tanah dan berbagai properti tak bergerak, seperti bangunan. Mari simak pembahasan lengkapnya di sini.

Investasi
7 Pilihan Investasi Masa Depan agar Keuangan Terjamin Aman
Investasi yang tepat dapat menjamin keamanan finansial di masa depan. Yuk, cari tahu pilihan investasi masa depan yang cocok untuk kamu di sini!

Investasi
4 Macam-Macam Pensiun yang Perlu Kamu Ketahui, Catat!
Terdapat macam-macam pensiun yang dapat kamu ketahui mulai dari pensiun normal, dipercepat, hingga pensiun ditunda. Baca selengkapnya di sini!
